Melalui Atraksi Seni, Pesantren Bawa Pesan Pemilu Damai

REKANBOLA – Pesantren dapat menjadi ujung tombak untuk mengawal Pemilihan Umum 2019 dengan damai dan aman. Karena, pesantren sangat dekat dengan masyarakat dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren Darul Fallah, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang menggelar ceramah dengan dibalut atraksi seni, dalam rangka kampanye pemilu damai, Kamis malam, 21 Maret 2019.

Ribuan masyarakat dan santri berbondong mendatangi Pesantren Darul Fallah. Mereka antusias mengikuti pengajian yang diisi dengan atraksi kesenian para santri.

Para santriwati menunjukkan atraksi bela diri dengan menaikkan pedang. Para santriwati membuat takjub penonton dengan permainan pedang yang lincah.

Selain itu, tarian obor menghiasi malam. Beberapa santri menyalakan obor sambil menyemprotkan api ke udara. Aksi yang memukau itu diapresiasi masyarakat dengan tepuk tangan meriah.

Usai atraksi seni digelar, Pimpinan Ponpes Darul Fallah, Tuan Guru Muammar Arafat, berceramah tentang pentingnya merawat kebhinekaan jelang pilpres tahun ini. Dia berharap masyarakat ikut serta memilih tanpa melakukan ujaran kebencian.

“Jadi harus ikut serta (pemilu), tetapi ingat kita Majelis Badruttamam harus menciptakan pemilu yang damai, bukan pemilu dengan caci maki, bukan pemilu yang isinya fitnah, kebohongan,” tuturnya.

Tuan Guru Muammar mengatakan, ponpes sangat berperan penting dalam menciptakan pemilu damai. Karena, ponpes sangat dekat dengan masyarakat, dan melalui sarana dakwah, pengajian maupun kegiatan keagamaan akan diselipkan pesan damai dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Di mana beberapa bulan terakhir kita lihat konstelasi politik Indonesia cenderung orang-orang atau elite politik kayak berkelahi, sehingga ini berdampak pada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:   Gaya Hidup Kekinian yang Pasti Dirasakan Millennials, Kamu Gak Nih?