Memasuki Natalan dan Tahun Baru, Polisi Diminta Tindak Lokasi Hiburan Malam

 

Rekanbola – Memasuki kegiatan perayaan Natal yang dilaksanakan Umat Kristiani dan Tahun Baru 2019, Pemko Medan dan Polrestabes Medan diminta untuk bertindak tegas lokasi hiburan malam yang melanggar aturan dengan melewati jam operasi, serta terindikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta tempat prostitusi.

Keberadaan lokasi hiburan malam yang “nakal” itu ditengarai dapat menggangu kekhusyukan beribadah menjelang perayaan besar Hari Natal dan Tahun Baru. Di samping itu, diskotek maupun Karaoke TV (KTV) yang rawan narkoba dan prostitusi juga sangat membahayakan generasi muda serta meresahkan masyarakat.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Medan, Sastra SH MKn yang diwawancarai wartawan, Sabtu (1/12/2018) meminta dengan tegas supaya aparat hukum bertindak untuk menertibkan lokasi hiburan malam yang melanggar aturan, dan terlebih menjadi lokasi sarang narkoba serta prostitusi.

“Razia harus diintensifkan menjelang Natal dan Tahun Baru. Instansi terkait (Polrestabes Medan dan Pemko Medan) harus bergerak cepat,” pintanya.

Selain narkoba, sambung Sastra, sasaran razia harus meluas dengan menyasar adanya praktik prostitusi. Serta adanya pengunjung di lokasi hiburan malam yang masih dibawah umur.

“Untuk itu petugas harus mengecek KTP masing masing pengunjung. Bila di bawah umur harus diserahkan ke dinas terkait untuk dibina. Saya juga berharap pada pihak berwenang agar berani menindak pemilik maupun pengelola lokasi hiburan malam yang nakal. Bila terbukti ada pelanggaran harus disegel atau ditutup sesuai aturan berlaku,” harapnya.

Sementara itu menurut data yang dirangkum wartawan, salah satu lokasi hiburan malam yang terindikasi adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba yakni diskotek/KTV LG di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Baru itu dirazia oleh seratusan petugas gabungan dari Satres Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Sabhara Polrestabes Medan pada, Minggu (21/10/2018) lalu, sekira pukul 05.00 Wib.

Baca Juga:   Dewi Persik Pajang Foto KTP Cewek di Instagram, Ada Masalah Apalagi?

Dalam razia tersebut, polisi mengamankan 200-an pengunjung pria dan wanita, bahkan ada yang masih di bawah umur. Tiga di antaranya kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Sementara itu 41 pengunjung saat dilakukan tes urine positif menggunakan narkoba.

Meski begitu, pengelola lokasi hiburan malam tersebut kelihatannya belum mendapat penindakan tegas dan hingga kini masih tetap beroperasi seperti biasa.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan di lokasi-lokasi hiburan malam yang buka selama 24 jam, terindikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta prostitusi.

“Kita akan berkoordinasi dengan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Sabhara Polrestabes Medan guna melakukan penyelidikan. Jika terindikasi menyalahi akan kita tindak tegas,” katanya dengan tegas.