Menanti Laporan Keuangan Pertamina, Untung atau Rugi?

REKANBOLA – PT Pertamina (Persero) belum mengumumkan laporan keuangan tahun 2018 ke publik sampai saat ini. Hal ini pun kemudian menjadi tanda tanya terkait kondisi keuangan perusahaan pelat merah, untung atau rugi.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai ada yang janggal terkait belum keluarnya laporan keuangan Pertamina. Sebab, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada akhir Februari 2019 sempat berjanji akan merilis laporan keuangan pada 9 Maret 2019 lantaran sedang menunggu hasil audit. Tapi, hingga waktunya tiba laporan itu belum juga dirilis.

Hal itu semakin janggal jika dikaitkan dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.

“Meskipun belum diaudit, selama ini Pertamina sangat rajin mempublikasikan laporan keuangannya. Ada laporan triwulan, laporan semester, hingga laporan tahunan yang dirilis beberapa hari setelah tutup tahun. Tetapi kali ini, kok berbeda?” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Dia melanjutkan, kondisinya pun menjadi aneh ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menerima laporan lisan dari direksi yang menyatakan laba Pertamina 2018 sekitar Rp 20 triliun. Lalu, presiden juga memuji kinerja Pertamina yang tetap baik meski dibebani public service obligation (PSO).

Tapi, terang Yusri , itu bertolak belakang dengan keterangan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro pada 4 Desember 2018. Aloysius menyebut laba Pertamina kuartal III 2018 tercatat hanya Rp 5 triliun, atau anjlok 81% dibanding periode sama tahun 2017.

Saat dikonfirmasi, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, ketentuan umum laporan keuangan audit bisa sampai April dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) digelar paling lambat Juni. Dia bilang, ada ketentuan khusus dari Kementerian BUMN supaya bisa diselesaikan Februari.

Baca Juga:   Pencak Silat Sumbang Emas ke-13 Indonesia di Asian Games 2018

“Nah, Pertamina sudah kirim surat minta mundur sampai Maret karena BPK belum selesai audit yang PSO. Saya dapat info BPK sudah selesai review PSO dan hasilnya akan diserahkan ke KAP (auditor independen) yang mengaudit laporan keuangan Pertamina,” katanya kepada detikFinance dalam keterangan tertulis.

“Semoga sebelum akhir Maret sudah final dan bisa dikirim ke Kementerian BUMN,” sambungnya.

Orang nomor satu Pertamina, Nicke Widyawati pun akhirnya buka suara. Dia menepis rumor yang menyatakan Pertamina rugi di 2018. Sebutnya, itu kabar bohong.

“Jadi kalau ada yang mengatakan Pertamina rugi itu adalah bohong besar,” kata Nicke.

Nicke menjelaskan, perseroan berhasil mengantongi laba di atas US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun (kurs Rp 14.000).

“Keuntungan di 2018 di atas US$ 2 miliar,” tambah Nicke.

Nicke melanjutkan, pendapatan Pertamina tumbuh menjadi US$ 56 miliar dibanding tahun sebelumnya US$ 42,5 miliar.