Menteri Susi Harap Pengadaan LKPP Laiknya Berbelanja di Amazon

REKANBOLA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, mengatakan pemerintah dapat menjadikan Amazon sebagai contoh perusahaan yang baik dalam pengelolaan barang dan jasa. Secara sistem, menurutnya, perusahaan milik miliarder Jeff Bezos tersebut telah teruji terkoordinasi secara baik.

“Saya beli jaring di sana (Amazon) itu efisien. Amazon itu buat sistem bagus. Kita tender di KKP saja begitu sulitnya. Begitu banyak kesulitan yang kita buat sendiri sehingga untuk belanja anggaran barang dan jasa jadi tidak efisien,” ucapnya di Jakarta, Kamis (20/12).

Pada kesempatan ini, Menteri Susi menyebutkan akuntabilitas perlu ditingkatkan dan dibenahi secara total untuk jajaran di kementeriannya. Dengan akuntabilitas, sambungnya, penyerapan anggaran dapat dioptimalkan untuk program pembangunan bagi masyarakat.

“Kalau kurang akuntabilitas, kita jadi tak bisa buat anggaran itu terserap untuk program pembangunan. Nelayan kecil kita faktanya masih tetap tidak punya kapal. Yang disalahkan nanti pasti Menterinya. Jadi saya minta pengadaan ini harus berubah,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan, pengelolaan anggaran belanja barang dan jasa harus digunakan secara jelas di ruang lingkup kementerian KKP. Dia berharap, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dapat memperbaiki pengelolaan anggaran barang dan jasa di KKP.

“Untuk kawan-kawan KKP, ini PR kalian semua. LKPP juga saya harap bisa jadi Amazon-nya sektor-sektor kementerian di mana kita semua bisa bergantung kepada LKPP dalam hal barang dan jasa. Sekaligus jadi sebuah sistem yang tak bisa di intervensi atau dipengaruhi,” paparnya.

Terakhir, Menteri Susi berharap kerjasama dengan LKPP dapat meningkatkan profesionalisme di KKP. Itu agar KKP dapat dipercaya untuk meningkatkan anggaran barang dan jasa di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga:   Gubernur BI Rayu Investor Jepang Tanam Modal di RI

“Dari awal-awal saya menjabat anggaran Rp 13 triliun, turun jadi Rp 7 triliun sampai akhirnya pagu anggaran untuk tahun depan jadi Rp 5,8 triliun. Jadi saya harap kerjasama dengan LKPP dapat menjadi pintu untuk revitalisasi, kembalikan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa di KKP,” tandasnya.