Merpati Bakal Lunasi Pesangon 1.532 Karyawan Senilai Rp 365 miliar

REKANBOLA – PT Merpati Nusantara Airline (Persero) siap untuk terbang kembali setelah berhenti beroperasi pada Februari 2014. Namun, tantangan yang dihadapi Merpati untuk bangkit kembali cukup banyak. Salah satunya adalah harus melunasi kewajiban utang perusahaan yang mencapai Rp 10,7 triliun.

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Henri Sihotang mengatakan, sebelum menjalankan rencana bisnis Merpati akan terlebih dahulu membayarkan tunggakan pemberian pesangon kepada 1.532 karyawan dengan total nilai mencapai Rp 365 miliar.

“Dari seluruh kreditur dalam rencana bisnisnya nanti tunggakan ke karyawan akan terlebih dahulu dibayarkan bertahap hingga selesai,” kata Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Henri Sihotang seperti ditulis, Sabtu (16/11).

Dalam proposal perdamaian yang ditawarkan ke kreditur dan disetujui, tercantum pembayaran tunggakan pembayaran pesangon kepada karyawan tersebut akan dibayar di tahun ke berapa dan akan lunas di tahun ke berapa.

Hanya saja Henri tak bisa menjabarkan isi proposal itu lebih dalam mengingat hal itu dianggapnya masih sebagai rahasia antara investor dan Merpati.

“Sampai saat ini sebagian tunggakan pesangon yang belum dibayar Rp 365 miliar, dari total karyawan Merpati itu 1.532 orang,” paparnya.

Baca Juga:   Skandal Pengaturan Skor di IBL: Usut Tuntas!