Meski Tak Utuh, Jenazah Bos Tekstil Korban Mutilasi Akhirnya Dikebumikan

REKANBOLA – Jenazah Nuryanto, bos tekstil korban mutilasi di Malaysia, akhirnya tiba di Indonesia dan dikebumikan di dekat kediamannya, desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (13/3). Meski sudah ikhlas dengan peristiwa ini, pihak keluarga tetap berharap bagian tubuh Nuryanto ditemukan.

Jasad Nuryanto tiba di rumah duka sekitar pukul 16.30 WIB setelah diantarkan perwakilan KBRI menggunakan ambulance dari Bandara Soekarno Hatta.

Suasana pemakaman Nuryanto di RW 10, desa Bojong Malaka, kecamatan Baleendah kabupaten Bandung berlangsung penuh suasana haru. Istri Nuryanto, Meli, pingsan di tengah kerumunan kerabat dan tetangga yang ikut melayat.

Usai prosesi pemakaman, ibu kandung Nuryanto, Mimi (60) berharap kasus yang menimpa anaknya itu segera terungkap dan bagian tubuh yang masih hilang bisa ditemukan.

“Saya berharap (kasus segera terungkap dan kepala) ditemukan, dibawa pulang (ke Indonesia),” ucapnya lirih.

Masih dalam keadaan mata sembab, Mimi mengaku sudah ikhlas melepas kepergian anaknya. Namun, ia meminta pemerintah Indonesia dan Malaysia bisa menemukan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

Sementara itu, pihak KBRI yang diwakili oleh Sekretaris Konsuler Pertama KBRI Malaysia, Sabda Tian menjelaskan, proses pemulangan jenazah Nuryanto sudah berlangsung sejak Senin (11/3) dari Pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) kepada KBRI.

Pengurusan dokumen pemulangan jenazah berlangsung satu hari. Setelah itu, jasad Nuryanto diantarkan pulang melalui jalur udara dan sampai ke Indonesia pada Rabu (13/3) pukul 08.00 WIB.

Kepulangan jasad Nuryanto ke Indonesia pun bersamaan dengan korban lain dalam kasus yang sama atas nama Ai Munawaroh.

Diakui Sabda Tian, bahwa kedua jenazah tak utuh bagian tubuhnya. “Nuryanto kepalanya sedangkan Ai kepala dan tangan (yang belum ditemukan),” paparnya.

Baca Juga:   Dapat Gelar Master of Public Administration, Ini Rencana Tasya Kamila Kedepan

Disinggung penuntasan kasus mutilasi ini, pihak KBRI menyatakan untum percaya penuh kepada PDRM dan Polri. Meski demikian, ia belum mendapat informasi terkait siapa atau jumlah pelaku dalam kasus ini.

“Kita percayakan pada pihak kepolisian. Yang penting pelaku bisa ditangkap lalu diadili,” jelasnya.