Meski Tersingkir Dari Roland Garros, Sloane Stephens Tetap Bersemangat

REKANBOLA – Petenis AS, Sloane Stephens tetap merasa senang dan bersemangat terlepas dari kekalahan pahit di perempatfinal French Open musim ini.

Stephens harus mengakui keunggulan petenis berkebangsaan Inggris, Johanna Konta yang sukses memetik kemenangan dua set langsung dalam waktu 70 menit.

Banyak pihak telah memfavoritkan Stephens untuk kembali ke final lagi pekan ini, setelah musim lalu ia berakhir sebagai runner up (kalah dari Simona Halep), tetapi ia tidak mampu mengatasi performa Konta yang tengah memanas. Dengan kemenangan tersebut, Konta semakin unggul atas Stephens dengan 3-0.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Stephens tetap berpikir positif dan menyatakan bahwa French Open yang dilaluinya musim ini tetap turnamen yang sukses baginya.

“Ya, saya pikir masih ada bayak hal yang bisa saya banggakan dan hal yng membuat saya senang. Masih banyak pertandingan yang akan kita lakoni di sisa musim ini,” ungkap Stephens.

“Yang pasti, saya menuju arah yang tepat. Dari awal musim ini sampai sekarang, saya telah membuat peningkatan yang cukup besar. Saya hanya harus mempertahankan momentum itu di arah yang tepat demi memastikan bahwa saya akan mendapatkan peluang untuk mengklaim kesuksesan lebih.”

Sementara itu, tak lupa Stephens memberikan pujian kepada Konta, terutama tentang servisnya yang dibuktikan dengan mengklaim 18 poin secara beruntun di set kedua.

“Ia servis dengan benar-benar baik. Maksud saya, tidak banyak yang bisa anda lakukan ketika bertanding melawan petenis seperti itu,” komentar Stephens tentang Konta.

“Yang pasti, ia memainkan permainannya. Sementara saya tidak benar-benar mendapatkan kesempatan untuk terlibat dengan pertandingannya, tetapi kadang-kadang hal itu terjadi.”

Hal selanjutnya bagi petenis peringkat 7 dunia, Stephens adalah memulihkan diri di rumahnya sebelum mengawali musim grass-court di Eastbourne, tepat sebelum Wimbledon.

Baca Juga:   Ketika Federer Akan Bertarung dengan Serena Williams

Setelah perjalanan yang cukup buruk di Wimbledon musim lalu, Stephens mengincar untuk mendapatkan lebih banyak poin peringkat jelang memasuki bagian yang paling ia favoritkan, yakni kembali ke musim hard-court di Amerika Utara.