Milo Membantah Kerap Bobolnya Gawang Arema Akibat Stopper Mereka Lambat

REKANBOLA – Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengakui bahwa dua stopper andalan timnya, Hamka Hamzah dan Arthur Cunha, tak tergolong pemain yang memiliki kecepatan. Namun, ia memastikan bahwa bukan hal inilah yang membuat benteng pertahanan timnya rapuh, terutama dari skema serangan balik.

“Memang, untuk beradu sprint, Hamka dan Arthur bukan pemain cepat. Namun, memang tak ada stopper yang memiliki kecepatan. Tak hanya di Indonesia, di Inggris pun demikian.” kata Milo, sapaan karib Milomir Seslija.

“Ketika masih aktif bermain, saya dulu berposisi stoper. Saya pun tak terlalu cepat. Namun, tak ada yang menilai saya berdasar kecepatan,” sambungnya.

Menurut Milo, serangan balik merupakan skema yang sangat sulit untuk diredam. Bahkan, Barcelona dan Real Madrid pun kerap kesulitan mengantisipasi serangan macam ini.

“Masalah datang ketika kita kehilangan bola kala sedang menyusun serangan. Tidak ada seorang pemain pun yang bisa bertahan dengan bagus,” tuturnya.

Arema sendiri akan menjamu PS TIRA Persikabo pada laga pekan keenam Shopee Liga 1 musim 2019 ini. Pertandingan, yang akan disiarkan langsung Indosiar, tersebut bakal digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (29/06).

Pertandingan ini dihelat di tengah keraguan terhadap kondisi lini pertahanan Arema. Sebelumnya, penampilan barisan pertahanan Arema berada dalam sorotan. Hal ini tak lepas dari tingginya tingkat kebobolan mereka pada Shopee Liga 1 musim 2019 ini.

Dari tiga pertandingan, gawang Arema sudah bobol tujuh kali. Lima gol bersarang ke gawang Kurniawan Kartika Ajie dalam dua pertandingan, kontra PSS Sleman dan Borneo FC. Sementara, dua gol sisanya, terjadi ke gawang Utam Rusdiyana, pada laga kontra Persela Lamongan.

Baca Juga:   John Stones Dipandang Bisa Jadi Kapten yang Bagus bagi City

Dari gol-gol yang bersarang ke gawang Arema, sebagian besarnya terjadi melalui skenario serangan balik.

Belajar dari Pengalaman Lawan Persebaya

Milo pun menyebut bahwa menghadapi ancaman serangan balik bukanlah hal baru bagi para pemainnya. Mereka, menurut pelatih asal Bosnia ini, sudah pernah menghadapi tim yang mengandalkan serangan balik.

“Kami sudah pernah menghadapi Persebaya. Mereka adalah tim dengan serangan balik paling berbahaya dan kami bisa menahan mereka pada dua pertandingan, sekali imbang dan sekali menang,” kata Milo.

Dari dua pertandingan tersebut, Milo mengaku, ada pelajaran yang bisa dipetik untuk mengantisipasi serangan balik. Mereka, sambung pelatih berusia 54 tahun ini, wajib memperkecil peluang lawan untuk melakukan serangan balik.

“Kami harus bermain permainan kami sendiri. Bermain dengan cerdas. Kami harus bisa mengambil inisiatif dan mendominasi permainan,” ia menandaskan.