Mimpi Keponakan di Malam Sebelum Mbah Moen Wafat

REKANBOLA – Meninggalnya KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen meninggalkan duka mendalam. Duka mendalam dirasakan terutama bagi keluarga, santri, dan warga Indonesia. 

Sosok kiai sepuh karismatik KH Maimun Zubair pada pagi tadi sekitar pukul 04.17 WIB telah berpulang sesaat seusai melaksanakan salat subuh berjemaah di Mekah. 

Kepergian ulama asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi sanak keluarga dan santri yang pernah berguru kepadanya.

Hal ini pula yang dirasakan oleh Jazilah Annahdliyah binti KH Abdul Hamid Baydlowi, keponakan Mbah Moen yang saat ini tinggal dan hidup bersama keluarga di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso- Mojo Kabupaten Kediri.

Jazilah Annahdliyah atau yang akrab disapa Ning Anna merupakan istri dari Abdurrahman Al Kautsar, putra dari pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri KH Nurul Huda Jazuli.

Sebelum meninggal dunia Ning Anna mengatakan bahwa malam sebelum kepergian almarhum ia bermimpi bertemu dengan sosok pakdhenya tersebut bersama dengan KH Abdul Hamid Baydlowi (Abahnya) yang telah meninggal dunia sejak 5 tahun yang lalu. 

“Beliau bersama abah bertemu. Di dalam mimpi saya, beliau dan abah berdiri tegap. Dan pakdhe diusung orang banyak, ketika turun Abah hendak sungkem keduanya berebut sungkem dan pakde menarik tangan abah. Akhirnya tangan abah itu yang di cium oleh pakdhe dan keduanya ikut rombongan yang mengusung pakdhe tadi,” ucap Ning Anna kepada detikcom, Selasa (6/8/2019).

Mimpi tersebut menurut Ning Anna terasa hampir nyata. Setelah bangun, istri Gus Kautsar pengasuh Pondok Pesantren Ploso Mojo Kediri tersebut juga sempat share ke medsos terkait mimpinya tersebut. 

Baca Juga:   May Day Dijadikan Tempat Deklarasi Prabowo, Ini Kata Fahri Hamzah

“Saya ceritakan kepada saudara-saudara saya dan saya sempat share juga ke medsos,” ungkapnya.

Ning Anna juga menuturkan di dalam mimpinya, abah dan Mbah Moen mengenakan baju serba putih dan berjalan bersama-sama. 

“Abah dan pakdhe sama-sama mengenakan baju putih, setelah saling sungkem keduanya berjalan bersama dengan para pengiringnya yang juga memakai baju putih,” kata Ning Anna.

Terakhir, Ning Anna menuturkan bahwa sosok Mbah Moen adalah sosok yang sangat baik dan santun. “Terakhir lebaran kemarin sungkem ke beliau, dan saya disambut dengan sangat baik, itu sangat membekas,” pungkas Ning Anna.