Misteri Anjloknya Harga Bitcoin Hingga 70% Mulai Terungkap

Rekanbola – Bagi trader Bitcoin kondisi saat ini tergolong cukup sulit. Nilai mata uang digital atau cryptocurrency ini telah jatuh hampir 30% dalam sebulan terakhir, dan lebih dari 50% selama tahun ini.

Tapi Tom Lee dari Fundstrat mungkin baru saja menemukan alasan di balik pelemahan nilai baru-baru ini, atau setidaknya sebagian dari itu.

Dalam catatan risetnya baru-baru ini, Lee, Kepala Riset Fundstrat, menulis bahwa sejak peluncuran Kontrak berjangka Bitcoin CBOE pada bulan Desember, harganya telah jatuh menjelang masa jatuh tempo.

“Bitcoin mengalami perubahan harga yang dramatis menjelang kontrak berjangka jatuh tempo. Ini adalah sesuatu yang ditandai oleh Justin Saslaw di Raptor Group. Kami mengumpulkan beberapa data dan ini memang tampaknya benar. Secara keseluruhan, Bitcoin telah jatuh 18% dalam 10 hari sebelum berakhirnya kontrak CBOE,” tulis Lee seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (15/6/2018).

Meski demikian Lee menambahkan dua pengecualian atas teorinya, yakni pada bulan Februari ketika harga naik hampir 15% pada saat jatuh tempo, dan April ketika harga naik 16%.

Kontrak berjangka CBOE Bitcoin Juni berakhir pada hari Rabu (13/6/2018), dengan harga mencapai terendah selama empat bulan sesi tersebut.

“Pengamatan yang lebih luas adalah ada volatilitas yang signifikan di sekitar masa jatuh tempo ini. Dan rata-rata, harga pulih pada hari keenam [setelah jatuh tempo],” tambah Lee.

Tentu saja, ada alasan lain untuk anjloknya nilai Bitcoin. Ketidakpastian pengaturan, kekhawatiran atas manipulasi harga dan sentimen pasar semuanya membebani cryptocurrency. Meskipun demikian, jika teori Lee berlaku, harga akan pulih dalam beberapa hari ke depan.

CBOE Bitcoin Futures telah jatuh hampir 70% dari posisi tertinggi pada Desember, yakni US$ 20.500. Meskipun bergerak, Lee menetapkan target harga akhir tahun 2018 sebesar US$25.000.

Baca Juga:   Apple Larang Penambangan Uang Digital dalam Perangkatnya

Bitcoin diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada Kamis, sekitar US$6.400 dan kembali naik hingga menembus US$6.600 pada Jumat.

Menanggapi teori Lee, Chris Concannon, Presiden dan Chief Operating Officer CBOE Global Markets, menulis dalam email ke CNBC:

“Sementara kami bersemangat tentang Bitcoin futures kami yang baru diluncurkan, gagasan bahwa mereka secara material telah mempengaruhi harga Bitcoin melebih-lebihkan pengaruh mereka dan mengabaikan fakta-fakta penting lainnya,” ujar Chris

“Batasan ketat kami dan terbatasnya minat di kontrak Mei dan Juni menunjukkan bahwa jatuhnya Bitcoin dapat lebih mudah dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti pengawasan peraturan baru-baru ini di seluruh dunia, langkah-langkah oleh pemungut pajak pemerintah, munculnya cryptocurrency lainnya, dan menurunnya minat media terhadap aset. “

(Sumber : cnbcindonesia.com)