Money Changer di Bali Dirampok, Tiga Karyawan Dipukuli Kaki Diikat Mulut Dilakban

REKANBOLA – Perampokan terjadi di sebuah Money Changer BMC PT Bali Maspintjindra Jalan Pratama, Nomor 36 XY, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Perampokan terjadi dini hari tadi.

Dari data yang dihimpun, saksi sekaligus korban bernama Muhammad Sandriadi (20) yang bekerja di Money Charger tersebut menceritakan, sebelum kejadian dirinya sedang duduk di pintu belakang. Secara tiba-tiba tiga orang tidak dikenal datang mendekati korban dan langsung dipukul bagian muka.

Korban sampai tidak sadarkan diri. Kemudian, diikat pakai tali nilon dan dilakban bagian mulut.

Setelah itu, korban dibangunkan oleh rekan kerjanya bernama Abdul Haris Karim dan melihat keadaan Money Changer sudah berantakan dan mengecek barang terutama brankas sudah tidak ada di tempatnya.

Sementara karyawan lainnya, Gedi Kurniawan (25) mengatakan saat kejadian sedang tidur di kamar. Lalu datang seseorang yang tidak dikenal langsung memukul bagian belakang kepala menggunakan besi (linggis) hingga dia juga tidak sadarkan diri.

Setelah sadar, korban baru mengetahui dirinya diikat bagian tangan dan kaki serta mulut dilakban. Sehingga kejadian yang terjadi di dalam tidak diketahuinya.

Keadaan kantor sudah berantakan dan korban keluar meminta pertolongan kepada petugas keamanan sekitar lokasi untuk membukakan ikatan tali di bagian tangan. Selanjutnya, korban kembali ke Kantor Money Changer BMC untuk memastikan apa yang terjadi di dalam kantor.

Sedangkan sekuriti money changer tersebut, Abdul Haris Karim (52), mengatakan sekitar Pukul 23.00 Wita lebih dulu masuk ke dalam untuk istirahat karena tidak enak badan. Kira-kira pukul 00.25 Wita, seorang masuk ke dalam kantor. Dia juga dipukul dan tidak sadarkan diri.

Baca Juga:   Pengakuan Mengejutkan Pemelihara Ikan Predator Arapaima

Perampokan itu membuat kantor jasa tukar uang kehilangan satu brankas berisi uang Rp 800 juta. Sedangkan mata uang berbentuk asing bila di Rupiahkan Rp 100 juta.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Benar ada kejadiannya (Perampokan) Polresta Denpasar, Satgas CTOC Polda Bali, Polsek Kuta dan Polsek Kuta Selatan sedang melakukan penyelidikan,” katanya.