Naomi Osaka, si Penggila Pokemon Juara Grand Slam Pertama dari Jepang

Rekanbola – Naomi Osaka menorehkan sejarah di grand slam Amerika Serikat Terbuka 2018. Ia jadi petenis Jepang pertama yang menjuarai sebuah turnamen grand slam.

Osaka keluar sebagai juara AS Terbuka usai mengalahkan petenis yang juga menjadi idolanya, Serena Williams, di babak final. Dalam pertandingan puncak di Arthur Ashe Stadium, Minggu (9/9/2018) pagi WIB, Osaka menang straight set 6-2, 6-4.

Osaka pun mencatat sejarah dengan menjadi juara grand slam pertama dari Jepang. Terakhir, pencapaian terbaik petenis Jepang di ajang grand slam diukir oleh Kei Nishikori yang menjadi finalis di AS Terbuka 2014.

Sebelum akhirnya menjadi juara di AS Terbuka, Osaka, 20 tahun, memang sudah punya reputasi sebagai petenis muda berbakat dengan perkembangan pesat. Setelah masuk dunia tenis profesional pada 2013, Osaka kemudian meraih titel WTA pertamanya di Indian Wells, Maret 2018. Dalam perjalanannya menuju gelar juara, Osaka mengalahkan Maria Sharapova, Karolina Pliskova, dan Simona Halep.

Osaka lahir di Osaka, Jepang, pada 16 Oktober 1997. Ibunya berasal dari Jepang, sementara sang ayah adalah orang Haiti. Meski mewakili Jepang, Osaka sudah sudah pindah ke New York, Amerika Serikat, sejak usia tiga tahun untuk mengasah kemampuannya dalam tenis.

Australia Terbuka 2016 menjadi debut Osaka di turnamen grand slam. Merangkak dari kualifikasi, Osaka mampu melangkah sampai babak ketiga sebelum dikalahkan oleh mantan juara Australia Terbuka, Victoria Azarenka.

Meski tak melaju jauh, Osaka mulai mencuri perhatian. Saat itu, Osaka yang masih berusia 18 tahun sudah menarik perhatian Serena. Petenis Amerika Serikat itu menyebut Osaka sebagai pemain berbakat dan berbahaya.

Baca Juga:   Kalahkan Zverev, Isner Juara

Kini Serena merasakan sendiri kehebatan Osaka. Kekalahan di final AS Terbuka 2018 bahkan bukanlah kekalahan pertama Serena dari Osaka. Maret 2018, Serena juga kalah dua set langsung dari Osaka di babak pertama Miami Terbuka.

Bagi Osaka, menjuarai sebuah grand slam dengan mengalahkan Serena di final adalah mimpi yang jadi nyata. Sejak kecil, Osaka memang mengidolakan petenis yang kini punya 23 gelar grand slam itu.

“Bahkan saat saya masih kecil, saya selalu bermimpi akan melawan Serena di final grand slam,” kata Osaka seperti dikutip situs resmi AS Terbuka.

Naomi Osaka mengidolakan Serena Williams sejak kecil

Setelah jadi juara AS Terbuka, Osaka melejit ke peringkat tujuh dunia. Itu adalah ranking terbaiknya selama berkiprah di tenis profesional.

Barangkali kutipan ini yang membakar motivasi Osaka. Ditanya soal ambisinya, Osaka memberi jawaban yang menggelitik.

“Menjadi yang terbaik, yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya,” kata Osaka. Melilhat jurnalis yang kebingungan dengan jawabannya, Osaka langsung memberi penjelasan.

“Maaf, itu adalah kutipan dari Pokemon (anime dan video game tenar asal Jepang–red). Itu lagu tema Pokemon. Tapi, ya, menjadi yang terbaik dan melangkah sejauh mungkin,” ucapnya.

Di usia 20 tahun, langkah Osaka kini sudah cukup jauh. Ia kini bukan lagi rising star. Osaka adalah bintang itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *