Neraca Perdagangan dan Rupiah Jadi Pemacu IHSG

Rekanbola – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (25/6) akan bergantung pada pergerakan nilai tukar rupiah dan data neraca perdagangan Mei 2018.

Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengungkapkan laju IHSG sebenarnya masih sulit untuk bangkit karena rupiah berada di area Rp14 ribu per dolar AS, sedangkan neraca perdagangan beberapa bulan terakhir terus defisit.

“Lalu asing juga masih banyak keluar, Dow Jones juga di bawah rata-rata,” ungkap Lucky, Senin (25/6).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2018 neraca perdagangan defisit sebesar US$1,63 miliar, atau berbanding terbalik dengan April 2017 yang tercatat surplus sebesar US$1,09 miliar.

Sementara itu, total dana asing yang keluar sejak awal tahun hingga Jumat (22/6) mencapai 47,28 triliun. Kemudian, bila dilihat sepanjang pekan lalu jumlah dana asing yang keluar sebesar Rp3,84 triliun.

“Pelaku pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan,” sambung Lucky.

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, Lucky memprediksi IHSG hanya bergerak dalam rentang support 5.810 dan resistance 5.832.

Senada, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menuturkan penentuan suku bunga acuan BI akan menjadi salah satu sentimen utama untuk pergerakan IHSG.

“BI saya perkirakan menaikkan suku bunga acuan sampai 5,5 basis poin hingga akhir 2018,” ucap Edwin.

Bila BI benar-benar menaikkan suku bunga acuannya, maka akan berdampak negatif bagi potensi pertumbuhan ekonomi dan kinerja keuangan emiten.

“Akibatnya karena pelaku pasar tahu suku bunga acuan akan naik cukup agresif, sehingga mereka melakukan aksi jual,” jelas Edwin,

Hari ini, Edwin menilai IHSG masih betah di area 5.800. Lebih tepatnya, indeks diramalkan berada dalam rentang support 5.868 dan resistance 5.857.

Baca Juga:   Aneh, Saham Juventus Anjlok Setelah Matthijs De Ligt Tiba di Turin

Pada perdagangan pekan lalu, BEI mencatat IHSG anjlok 2,87 persen menjadi 5.821 dari 5.993. Hal tersebut membuat nilai kapitaslisasi pasar BEI terkoreksi 2,71 persen.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi pada akhir pekan lalu. Dow Jones dan S&P500 tercatat menguat tipis sebesar 0,49 persen dan 0,19 persen, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,26 persen.

 

 

(Sumber : cnnindonesia)