Netter Menyebutkan Agar Tak Ada Lagi Komentar Yang Menyindir Soal Visual Park Bom.

Rekanbola – Setelah cukup lama tak muncul di dunia hiburan, Park Bom belakangan ini telah kembali lewat media sosial pribadinya. Ia mengungkap dalam waktu dekat akan segera merilis album solo.

Ia juga sempat berpartisipasi dalam ice bucket challenge beberapa waktu lalu. Lama tak terlihat, penampilan baru Park Bom sempat menjadi sorotan netter.

Dari video unggahan di media sosial pribadinya, wajah Park Bom tampak berbeda dari era saat menjadi idol di grup 2NE1 dahulu. Wajah Bom sempat disebut berbah semakin aneh bak boneka hidup.

Ramai menuai hujatan dari netter mengenai visualnya, Bom sempat memberikan komentar klarifikasi. Ia menyebutkan sama sekali tak operasi plastik pada beberapa bagian wajah maupun matanya.

Kini, netter mulai memberikan pembelaan kepada idol kelahiran tahun 1984 tersebut. Netter berharap agar orang-orang berhenti untuk memberikan komentar miring mengenai visual Park Bom dan fokus kepada karier musik idolanya tersebut.

Apa orang-orang harus menilai wajahnya? Lihatlah dan pergi. Sepertinya orang-orang tak bisa berhenti membahas tentang penampilannya,” kata netter. “Dia jadi sorotan karena hal-hal seperti ini? Bisakah tidak berkata kasar kepada orang-orang yang bekerja dengan baik?” tambah netter.

Penyanyi harusnya dibicarakan karena lagu-lagunya. Semuanya, tolong berhenti bercanda mengenai wajahnya yang terlihat oplas atau tak natural,” sahut netter. “Dia pasti sangat rindu dengan panggung. Baguslah dia merawat dirinya dengan baik. Aku harap dia kembali secepatanya dan tak tergantung dengan pengobatan. Dia harus memastikan mentalnya sehat,” celetuk lainnya.

Bom memang salah satu selebriti yang buka-bukaan mengenai penyakit mental yang ia alami. Beberapa tahun belakangan ini Bom sering menerima hujatan karena menggunakan obat-obatan terlarang dan ilegal di Korea Selatan.

Baca Juga:   Foto Facial Jennifer Dunn Disebarkan Oleh Petugas Rutan?

Namun lewat wawancara eksklusif, Bom mengaku tak tahu jika obat yang ia gunakan untuk pengobatan depresi tersebut merupakan salah satu barang ilegal di Korea Selatan. Hingga saat ini ia masih menjalani perawatan untuk melawan penyakit mental tersebut.