Ngaku Brimob Berpangkat AKP, Remaja 16 Tahun Ditangkap Polisi, Begini Alasannya…

 

Rekanbola – Seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Brimob dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) diamankan personel Polsek Medan Area di sekitar Thamrin Plaza, Jalan Thamrin, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Jumat (30/11/2019) pagi.

Saat menjalankan aksinya, anggota Brimob gadungan yang diketahui berinisial JZK itu, selalu mengaku bernama Arnold Sinaga.

Tertangkapnya remaja 16 tahun itu berawal dari kecurigaan salah seorang personel Intel Polsek Medan Area yang saat itu sedang melakukan pengamanan di sekitar Thamrin Plaza. Pemuda itu juga datang ke sana mengenakan seragam Brimob warna biru tua, lengkap dengan atribut Pelopor dan lain-lain.

JZK datang ke sana hendak menemui personel Bhabinkambtimas Kelurahan Sei Rengas II, Aiptu Suwarno Hutagalung.

Saat berbincang-bincang dengan personel Bhabin, anggota Unit Intel Polsek Medan Area merasa curiga melihat tanda pangkat yang ada di kerah seragam pemuda itu. Pasalnya, wajah pemuda itu dianggap terlalu culun untuk menyandang pangkat AKP.

Petugas pun menginterogasi pemuda itu, namun JZK tak mampu menjelaskan latar belakang dirinya menjawab pertanyaan polisi.

Penampilannya dengan kacamata tebal, juga membuat petugas meragukan dirinya sebagai seorang anggota Polri. Belum lagi tinggi badan dan tampangnya yang terlihat culun seolah mengatakan bahwa dia bukan seorang polisi, apalagi menyandang pangkat perwira pertama.

Karena tak mampu menjawab pertanyaan petugas, personel Intel yang menanyainya langsung memborgol pemuda itu dan selanjutnya diboyong ke Mapolsek Medan Area

Kepada petugas, remaja turunan Tionghoa itu mengaku nekat menyamar sebagai anggota Brimob lantaran pernah dianiaya sejumlah preman di daerah kawasan KIM (Kawasan Industri Medan).

Aksi penyamaran yang dilakukannya ternyata ampuh menakuti para preman tersebut. Namun, hal itu pula yang membuatnya ketagihan terus menyamar. Bahkan, pemuda itu pun mulai memanfaatkan aksi gadungannya itu untuk melakukan pengutipan sejumlah uang.

Baca Juga:   Ditangkap, Tersangka Pelecehan Seks di Jalanan Depok Akui Iseng

Pelaksana Harian (Plh) Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Samsul Bahri membenarkan JZ diamankan saat berada di Jalan Thamrin, Medan, sekira pukul 10.30 Wib.

“Kita curiga ketika melihatnya, polisi Brimob berpangkat AKP, tapi dari perawakan seperti anak-anak. Kita datangi karena curiga. Dan kita tanyai ternyata dia bukan polisi,” ungkap Ipda Samsul Bahri didampingi Kanit Intel S Sembiring.

Menurut Samsul, JZ diamankan ketika sedang berada di salah satu toko tepat di depan Thamrin Plaza. Kala itu dia tengah memasukkan proposal meminta bantuan ke sana.

“Jadi ketika diamankan, ada proposal permohonan bantuan ke klenteng yang dibawanya, tapi belum sempat proposal itu dimasukkan. Artinya, belum ada tindak pidana penipuan yang dilakukan pria ini menggunakan pakaian Brimob,” paparnya.

Begitupun polisi masih melakukan pembinaan terhadap pria yang berprofesi sebagai penjual alat teknik ini. Polisi tetap melakukan penyelidikan selama 1×24 jam untuk mengantisipaasi adanya orang yang telah tertipu akibat ulahnya.

“Setelahnya, kami juga akan mengenakan wajib lapor kepadanya. Untuk itu, pascapenangkan ini kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku polisi, apalagi meminta-minta uang,” imbau Samsul.

Sementara, Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi yang dikonfirmasi, mengatakan hingga saat ini pria tersebut masih dalam proses pemeriksaan petugas penyidik untuk dimintai keterangannya.