Panas, Santri-Santri Brebes Berlaga di Turnamen Sepak Bola Api

RekanBola.com – Turnamen sepak bola yang diikuti kalangan santri di Brebes, Jawa Tengah berlangsung panas. Selain panas dalam arti persaingan ketat, lingkungan sekitar lokasi pertandingan juga terasa panas. Maklum, bola yang digunakan bukan bola biasa, namun bola dengan api yang berkobar-kobar.

Itulah sepak bola api. Jelang Hari santri Nasional pada 22 Oktober mendatang, permainan bola api menjadi tontonan menarik bagi warga masyarakat Brebes khususnya para santri di Jawa Tengah.

Suasana permainan bola api terlihat sangat meriah ketika berlangsung pertandingan sepak bola api dalam rangka tahun baru hijriyah dan hari santri nasional 2017 tingkat Kabupaten Brebes itu.

Ratusan penonton berjubel untuk menyaksikan turnamen permainan bola api meskipun terkadang ketakutan karena bola apinya meluncur hingga kearah penonton. Sorak sorai membahana saat bola api tak bisa ditangkap oleh si penjaga gawang dan akhirnya gol.

Dalam liga tersebut grup sepak bola api dari Ponpes Fathurohmah Kubangpari Kersana akhirnya berhasil menjadi juara satu setelah mengalahkan ponpes dari Manarul Huda Bandungsari Banjarharjo dengan skor 3-2. Sementara juara 3 diraih Ponpes Taallamul Huda Ganggawang Salem.

“Nanti penyerahan hadiah berupa piala, piagam dan sejumlah uang pembinaan akan diberikan pada saat puncak peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017 mendatang,” ucap Ketua Panitia Tahun Baru Islam dan Hari Santri Nasional 2017, Athoilah Syatori, Rabu 11 Oktober 2017.

Permainan sepak bola api ini merupakan permainan tradisional khas nusantara, yang biasanya dimainkan pada malam hari. Permainan ini dilakukan oleh dua tim dengan menggunakan bola yang terbuat dari sabut kelapa yang dibakar.

Bolanya dibuat dari bongkahan sabuk kelapa tua yang telah kering dengan terlebih dahulu airnya dibuang. Lalu bongkahan tersebut direndam menggunakan minyak tanah.

Tujuannya supaya minyak meresap ke dalam serat-serat bola kelapa tersebut. Aturan dalam permainan ini juga hampir sama dan tidak berbeda jauh dengan permainan sepak bola pada umumnya, yaitu terdiri dari dua gawang.

Satu tim santri terdiri dari lima orang pemain dan lapangan yang digunakan juga tidak berbeda dengan luas lapangan bola basket. Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit.

RECOMENDED

Facebook Comments