Pebisnis Berharap Pemerintah Hasil Pilpres 2019 Mampu Dorong Daya Saing

REKANBOLA – Pelaku usaha berharap siapa pun pemerintahan yang akan terpilih nantinya pada Pemilihan Presiden 2019 bisa menuntaskan sejumlah tantangan untuk mendorong daya saing Indonesia di kancah global.

Shinta W. Kamdani, selaku pengusaha sekaligus Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyatakan ada sederet pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pemerintahan yang nantinya terpilih.

“Pemerintah ke depan perlu memastikan bahwa pekerjaan rumah yang belum terselesaikan seperti reformasi ketenagakerjaan dan perpajakan dapat diprioritaskan,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis pada Jumat (29/3/2019).

Shinta menambahkan bahwa Presiden yang terpilih harus mendorong pengembangan industri yang berdaya saing sehingga bisa menghasilkan produk ekspor dan menghasilkan devisa yang lebih besar.

“Kita tidak boleh ketinggalan dengan negara-negara lain seperti Vietnam,” tambahnya.

Untuk meningkatkan daya saing, dan ekspor, Shinta menilai pemerintah harus segera menyelesaikan perundingan perjanjian perdagangan.

Seperti diketahui, belum lama ini Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian perdagangan yaitu Indonesia-Australia Comprehnsive Economic Partnershi Agreement (IA-CEPA).

“Ke depannya pemerintah juga diharapkan bisa mendorong percepatan perundingan RCEP [Regional Comprehensive Economic Partnership],” ujarnya.

Lebih lanjut, Shinta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menyatakan bahwa pelaku usaha sebenarnya masih optimistis menyongsong tahun politik.

Menurutnya, untuk menjaga agar iklim usaha bisa tetap stabil, pengusaha berharap agar pemilihan umum bisa berjalan aman dan damai.

Lebih lanjut, dia menyatakan hal yang justru menjadi perhatian, dan cenderung membuat pengusaha wait and see adalah adanya risiko gejolak dari masing-masing kubu pendukung yang berpotensi menyebabkan situasi politik kurang kondusif dan hal itu bisa memberikan pengaruh negatif terhadap iklim usaha.

Baca Juga:   Suntik Modal Anak Usaha, Bank Mandiri Siapkan Rp 2 T