Pekerja Jadi Korban Tsunami Banten dan Lampung, BPJS Bayarkan Santunan 48 Kali Upah

REKANBOLA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan siap membayarkan tanggungan dan santunan terhadap korban tsunami Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam. Tanggungan tersebut diantaranya berupa perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis dan santunan sebesar 48 kali upah bagi korban yang meninggal.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, menyatakan keprihatinan dan kesedihan mendalam atas terjadinya musibah ini. Bencana tsunami di Banten dan Lampung, berdasarkan data terakhir, telah menelan 229 korban jiwa dan ratusan lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Data ini, lanjutnya, kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat masih terdapat korban hilang dan belum diketahui nasibnya.

Krishna menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima, terdapat peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sedang dalam posisi melaksanakan tugas atau kegiatan kedinasan saat musibah terjadi. “Jika memang para korban peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut sedang bekerja, maka ini menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan karena masuk dalam kategori kasus kecelakaan kerja,” ungkapnya seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/12).

Diantara para korban yang didata, sementara ini terdapat 12 orang karyawan PT PLN (Persero) peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia dalam musibah tersebut. Data dari PLN menyebutkan terdapat 40 orang korban meninggal.

“Setelah kami identifikasi, sementara ini 12 orang dipastikan sebagai peserta. Selebihnya kemungkinan besar anggota keluarga dari peserta tersebut, karena informasi yang kami terima PLN sedang melaksanakan kegiatan Family Gathering di lokasi tersebut,” jelasnya.

Data tersebut, menurutnya, masih dapat berkembang sesuai dengan hasil evakuasi dan identifikasi yang dilakukan oleh tim di lapangan. “Untuk mempercepat proses pendataan kami, sekiranya ada keluarga, relasi, atau siapapun yang mengetahui informasi ini agar disampaikan kepada korban ataupun keluarga untuk melaporkan kepada kami,” ujarnya.

Baca Juga:   Anies Baswedan Pastikan Bank DKI 'Go Public' Tahun Ini

Laporan dapat disampaikan melalui call center 1500910 atau hotline khusus yang telah dipersiapkan di nomor 082169761535 dan 082217000855. “Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses pendataan terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kami siap melaksanakan perlindungan dan membayarkan santunan bagi para peserta kami sesuai dengan haknya. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu korban ataupun keluarga korban dalam melewati masa-masa seperti sekarang ini,” tambah Krishna.

Sebelumnya, data sementara dampak tsunami Banten dan Lampung hingga Senin (24/12) pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.