Pembelaan Djoko Santoso Soal Negara Punah

Rekanbola – Capres RI nomor urut 02, Prabowo Subianto, sempat menyatakan Indonesia bisa punah jika Koalisi Indonesia Adil Makmur kalah dalam Pilpres 2019. Pernyataan ini menjadi perdebatan nasional.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menjelaskan maksud pernyataan Prabowo tersebut. Menurut Djoko pernyataan itu mengambil dari sejarah kerajaan-kerajaan terdahulu yang ada di Nusantara, sebelum terbentuknya Indonesia.

“Pertama kita dari histori dari negara nusantara ini makin pendek, Sriwijaya 300 tahun, Demak hanya puluhan tahun.  Tentunya kita harus kritis,” kata Djoko, Jumat 21 Desember 2018.

Mantan Panglima TNI ini mengungkapkan, negara seperti manusia yang bisa sakit bahkan memiliki umur tersendiri. Maka dari itu, jika tidak diurus dengan baik, maka penyakit bukan hal mustahil akan datang.

“Negara itu seperti manusia bisa terkena serangan jantung, liver pada umur 80 sampai 90-an. Uni Soviet habis, Yugoslavia habis, bahkan Amerika juga pernah perang saudara dan lebih banyak korbannya dari perang dunia. Jadi umur negara-negara itu bisa terserang penyakit,” kata Djoko.

Selain itu Djoko juga menambahkan, di penghujung abad 20, negara kita mengalami globalisasi dan perubahan iklim. Salah satu arus globalisasi adalah peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia yang sangat besar. Selain itu, kesenjangan sosial di Indonesia juga belum bisa diatasi.

“Jadi inilah yang kita hadapi, masih banyak lagi kesenjangan sosial. Menurut Profesor Edi Swasono artinya yang miskin dan kaya makin jauh. Maka ini semua jadi ancaman kita yang sudah membahayakan bangsa, tinggal kalian yang mengawasi bangsa ini.”

Baca Juga:   Roberto Carlos Tak Yakin Juventus Juara Liga Champions walau Punya Ronaldo