Pemerintah harap penguatan Rupiah tetap terjaga di tengah gejolak ekonomi global

Merdeka.com – Nilai tukar Rupiah terus mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini Rupiah bergerak di posisi Rp 14.490 per USD, menguat jika dibadingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp 14.613 per USD. Demikian dikutip Bloomberg.

Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso berharap penguatan mata uang Garuda ini dapat terjaga. Meskipun gejolak ekonomi dunia masih terus memunculkan ketidakpastian.

“Mudah-mudahan ini sentimen penguatan Rupiah akan terjaga. Walaupun dengan kondisi global begini kan dinamika nya, volatilitasnya kan sangat tinggi sekali untuk nilai tukar,” ujar Susiwijono di Kantornya, Jakarta, Kamis (8/11).

Susiwijono mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah tak terlepas dari pengaruh global dan internal. Pemerintah akan terus memastikan semua kebijakan mampu menjaga Rupiah tetap stabil.

“Baik faktor internal dan global juga mendorong penguatan Rupiah sudah seminggu ini yah. Sebenarnya dari indikator makro yang ada, kita tetap optimis fundamental ekonomi kita cukup kuat, makro ekonomi kita cukup kuat,” jelasnya.

Dengan adanya penguatan Rupiah ini, Susiwijono berharap neraca pembayaran yang akan segera dirilis oleh Bank Indonesia tak lagi defisit cukup tinggi. “Mudah-mudahan besok rilis pembayaran dari BI, defisitnya tidak terlalu tinggi,” tandasnya.

 

Baca Juga:   Long Weekend Asyik di Gunung Kirampog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *