Pengungsi korban gempa & tsunami Palu mulai terserang penyakit

Rekanbola – Sebanyak 70.823 warga Palu mengungsi karena rumahnya rusak di terjang gempa dan tsunami. Namun karena minimnya obat-obatan dan logistik, menyebabkan pengungsi mulai terserang penyakit.

Tercatat 138 titik pengungsi tersebar di berbagai daerah. Seorang warga bernama Kopriadi menyampaikan, setidaknya di sembilan titik posko pengungsian banyak yang terjangkit penyakit, terutama anak-anak.

“Mereka sangat membutuhkan sekali obat obatan,” ucap Dobi ketika berbincang dengan rekanbola, Kamis (4/10).

Selain itu, masalah lainnya bantuan yang dikhususkan untuk ibu hamil dan bayi. “Susu tidak ada. Kami memang ada uang. Tapi siapa yang jual,” ujarnya.

Demikian juga Di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Mereka sejak bencana terjadi hanya menerima dua kali bantuan. Itu pun saat kedatangan Presiden Joko Widodo.

“Di sini lima dusun. Kadang satu dusun dihuni 100 kepala keluarga, kadang 50 kepala keluarga. Ada bantuan tapi enggak mencukupi. Bantuan sembako itu datang saat Pak Jokowi tiba. Setelah itu tidak pernah nerima,” jelas Kopriadi.

Baca Juga:   GP Ansor dan Kritik terhadap Ulama Penyokong Kekerasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *