Penjelasan Ahli soal Kemunculan Buaya 2,5 Meter di Tanjung Priok

Rekanbola – Buaya berukuran sekitar 2,5 meter bikin heboh karena tiba-tiba muncul di Dermaga Pulau Dayung, Tanjung Priok, Jakut. Peneliti LIPI Amir Hamidy punya penjelasan soal peristiwa itu.

Pertama, soal jenis buaya. Amir mengatakan buaya itu adalah buaya muara atau dalam bahasa latin bernama Crocodylus porosus. Menurutnya, jenis buaya ini bisa berenang di air laut.

“Dia itu buaya yang bisa juga berenang di air laut karena dia buaya muara, dia punya kemampuan untuk adaptasi di lingkungan air laut,” kata Amir, yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Herpetologi Puslit Biologi LIPI, Jumat (15/6/2018) malam.

Berikutnya, Amir juga menjelaskan soal kemungkinan penyebab munculnya buaya muara tersebut. Ia mengatakan sebenarnya kemunculan buaya muara itu di Tanjung Priok tidak wajar, namun bisa saja buaya tersebut muncul karena migrasi dari daerah lain.

“Sebenarnya juga nggak wajar ya,” ucapnya.

“Bisa jadi migrasi itu. Karena kan populasi di Sumatera juga ada, di Ujung Kulon juga ada, kemudian dan buaya itu kan teritorial ya, jadi kalau si jantan besar terutama yang teritorial. Sehingga kalau individunya butuh space, kalau nggak dapat space cari baru, pindah ke mana-mana. Karena dia bisa berenang di air laut, bisa bermigrasi di air laut ya maka wajar saja ada di sana gitu, apalagi kan dulunya teluk Jakarta ada mangrove, sekarang masih ada juga sih. Ini memang sudah habitat buaya,” sambung Amir.

Buaya muara muncul di Tanjung Priok, Jakarta Utara

Tak cuma soal migrasi, Amir mengatakan ada kemungkinan buaya itu muncul karena mencari mangsa. Menurutnya, buaya akan mencari lokasi baru yang masih ada stok makanan jika makanan di habitatnya habis.

Baca Juga:   Situs Download Film Terbaru dan Paling Seru di Tahun 2018

“Kedua, kemungkinan dia mencari mangsa. Jadi ketika mangsa itu sudah kurang, karena ada mengambil ikan terlalu banyak berlebihan segala macam, kompetisinya akhirnya dengan manusia kan. Dia akan cari lokasi lagi dan bisa jadi ke wilayah yang padat penduduk,” ucapnya.

Amir juga mencontohkan sejumlah konflik antara manusia dengan buaya di beberapa daerah seperti Kalimantan. Menurutnya, di daerah lain ada beberapa kasus kemunculan buaya di tambak ikan milik warga.

Dia belum bisa memastikan jenis kelamin buaya itu. Usia buaya tersebut juga masih sulit dinilai karena buaya yang berasal dari alam liar pertumbuhannya tergantung jumlah makanan yang dikonsumsinya.

Menurut Amir, buaya tersebut sebenarnya takut dengan manusia. Ia menilai buaya tersebut langsung lari ketika melihat banyak manusia di sekitarnya.

“Itu dia lihat manusia dia langsung balik lagi ke dalam air kan dan biasanya yang konflik dengan manusia di atas 4 meter hingga 5 meter, yang sebesar itu,” jelasnya.

Sebelumnya, buaya ini muncul sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (14/6). Buaya itu lalu kembali memperlihatkan diri pada Jumat (15/6) pukul 06.30 WIB pagi.

Buaya tersebut sempat ditembak. Namun buaya tersebut masuk ke air lalu menghilang. Sempat dikabarkan buaya tersebut sempat menuju Ancol. Namun hal itu sudah dibantah.

 

 

(Sumber : detik.com)