Penyakit Ginjal Bisa Terjadi Mendadak atau Berlangsung Cukup Lama

REKANBOLA – Penyakit ginjal kerap menjadi penyakit ginjal yang tidak menunjukkan tanda dan gejala yang jelas. Biasanya gejala penyakit ginjal ini baru muncul ketika pasien sudah kehilangan 90 persen fungsinya.

Meski berukuran sekepalan tangan, ginjal memegang peran penting dalam tubuh. Ada sekitar 100-125 ml darah yang disaring oleh nefron atau serat penyaring ginjal setiap menit.

“Kalau terjadinya mendadak disebut dengan penyakit ginjal akut, namun bila kerusakannya berlangsung lebih dari 3 bulan maka itu penyakit ginjal kronik (PGK),” tutur Aida Lydia, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ginjal dan Hipertensi.

Tanda penyakit ginjal biasanya ditemukan dalam keadaan kronis, seperti urin yang berbuih. Sedangkan gejala lainnya hanya bisa diketahui lewat tes laboratorium atau pencitraan seperti ultrasonografi (USG) dan CT Scan.

PGK ditandai dengan kelainan sedimen urin dan elektrolit, penurunan laju glomerulus dan albuminuria atau kebocoran protein pada urin. Jika sudah parah, pasien PGK harus melakukan terapi pengganti ginjal seumur hidupnya. Metode paling umum adalah hemodialisis atau yang dikenal dengan cuci darah.

“Ada juga peritoneal dialysis, cuci darah yang memakai membran dari tubuh dan juga transplantasi ginjal,” ujarnya.

Pengobatan yang mahal dapat dicegah dengan menjaga keseimbangan metabolik. Hipertensi, diabetes, obesitas, konsumsi alkohol dan rokok serta kurang olahraga dapat memicu PGK.

Baca Juga:   11.400 Mobil BMW Diduga Terlibat Skandal Uji Emisi