Perhatian dan Pembentukan Mental pada Anak Bisa Bantu Mereka Atasi Bullying

REKANBOLA – Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah yang bisa berdampak besar pada anak-anak. Seringkali hal ini terjadi di sekolah sehingga orang tua kesulitan untuk membantu mengatasi masalah ini.

Orangtua tidak mengetahui apa yang dialami buah hati dengan teman sebayanya. Tak sedikit dari anak yang alami depresi akibat perundungan. Perilaku bullying dapat bermula dari hal kecil seperti mengejek fisik anak. Tanpa disadari, anak menjadi tidak percaya diri dengan apa yang ia miliki.

Menurut pakar hypnotherapist Floranita Kustendro, bullying dapat dicegah dengan menanamkan nilai positif pada tubuh serta kepribadian anak sejak dini.

“Anak-anak harus merasa dia adalah manusia yang terlahir sempurna, dicintai Allah. Pastikan agar ia tahu bahwa ia layak untuk mendapat kebahagiaan,” kata Flora.

Dengan mencintai tubuh sendiri, anak akan lebih kebal terhadap perkataan orang lain. Berikan sugesti agar si kecil mampu menghargai dirinya sendiri.

Cara paling mudah adalah dengan membiasakan si anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

“Banyak orangtua yang merasa cinta dengan anaknya, tapi ternyata bahasa kasih antara mereka dengan anak tidaklah sama. Dimulai dari konseling, tanyakan apa yang mereka rasakan. Jika sedang sedih, sedih yang seperti apa?” ujarnya.

Selain itu, pendidikan agama juga berperan dalam membentuk mental yang kuat. Anak yang terbiasa beribadah memikiki tingkat ketenangan batin yang lebih tinggi.

“Bisa ajak meditasi, berdoa dan membuat daftar aktivitas yang bermanfaat untuk sehari-harinya,” ungkap Flora.

Baca Juga:   Tak Hanya Orang Tua, Bayi Juga Bisa Menderita Glaukoma