Pertarungan Caroline Wozniacki Dengan Masalah Kesehatan Berbuah Baik

Rekanbola – Caroline Wozniacki berhasil melampaui masa off-season sepenuhnya tanpa mengalami kemunduran apa pun, menurut saudara laki-lakinya, Patrik.

Musim ini, petenis peringkat 3 dunia, Wozniacki mengungkapkan bahwa ia mengalami rheumatoid arthritis– gangguan pada kekebalan tubuh yang berdampak pada persendian dalam jangka waktu panjang. Tidak ada obat untuk gangguan yang menyebabkan pembengkakan, kekakuan, dan rasa sakit pada sejumlah bagian tubuh. Gejalanya yang juga timbul adalah kelelahan dan demam. Ia didiagnosa penyakit tersebut tak lama sebelum US Open, di mana ia kalah dari Lesia Tsurenko di babak kedua.

Mengenai perkembangan terbaru dari kesehatan saudara perempuannya, kepada surat kabar Denmark, Ekstra Bladet, Patrik mengatakan bahwa tanda-tanda yang dialami Wozniacki cukup baik. Wozniacki telah menjalani sesi latihan di AS selama off-season.

“Ia tidak selalu mengatakan jika ia merasa sakit, tetapi tampaknya semua berjalan dengan baik,” ungkap Patrik tentang kondisi Wozniacki.

“Ia tentunya mendapatkan rehat dari sesi latihan, tetapi ia belum meminta untuk beristirahat selama satu hari, jadi semuanya berjalan dengan sangat posisitf. Tampaknya ia mendapatkan perawatan tepat yang bisa mengatasi rasa sakitnya.”

Jelang musim 2019, Patrik menyatakan bahwa juara bertahan Australian Open, Wozniacki berada dalam kondisi yang prima. Wozniacki akan memiliki banyak poin untuk dipertahankan selama Januari mendatang setelah ia memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Melbourne.

Sejauh ini, Wozniacki telah mengoleksi 30 gelar, termasuk tiga gelar pada musim 2018. Selain gelar Australian Open, Wozniacki juga memenangkan gelar di Eastbourne dan Beijing. Di sepanjang musim 2018, Wozniacki mencatatkan tiga kemenangan atas petenis peringkat 10 besar, termasuk petenis peringkat 1 dunia, Simona Halep.

Baca Juga:   Fabio Fognini Pastikan Rafael Nadal Pulang Tanpa Gelar Monte Carlo Open

Pada pekan pertama musim 2019, Wozniacki akan kembali beraksi di ASB Classic, Auckland. Ia berharap bisa melangkah satu langkah lebih baik daripada musim 2018 ketika ia kalah dari Julia Goerges di final.