Pesawat Trigana Ditembak di Papua, Pilot Terluka

Rekanbola – Penembakan oleh orang tak dikenal kembali terjadi di Papua. Kali ini sasarannya adalah pesawat bermesin ganda baling-baling Twin Otter milik maskapai Trigana saat berada di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes A.M. Kamal mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIT. Dia menjelaskan pesawat dengan kode penerbangan PK-YRU itu terbang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan mendarat di Bandara Keneyam pukul 09.40 WIT.

Penembakan terjadi ketika pesawat tengah menuju lokasi parkir (taxi out) dari landasan. Dalam peristiwa itu, pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak di bagian punggung.

“Korbannya pilot pesawat. Sudah mendapat penanganan medis. Diperkirakan pesawat dihujani tembakan dari arah kiri pesawat karena korban luka tembak merupakan pilot yang duduk di sebelah kiri pesawat,” kata Kamal sebagaimana dilansir Antara, Senin (25/6).

Kepala Trigana Jayapura, Toro mengatakan salah satu awak pesawat nahas itu mengalami luka. Saat ini manajemen belum dapat memastikan kondisi pilot karena akses komunikasi yang terbatas. Bahkan menurutnya sempat terjadi baku tembak beberapa saat, sebelum aparat mengejar pelaku.

Toro menyatakan dari data manifes, pesawat itu diawaki seorang pilot dan ko-pilot, serta mengangkut 18 penumpang anggota Brimob. Mereka dikirim buat bertugas mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di kawasan itu.

Kamal menyatakan saat ini aparat Polri dibantu TNI masih berupaya mengejar pelaku penembakan.

Penembakan terhadap pesawat juga terjadi pada Jumat (22/6) pekan lalu. Pesawat Twin Otter milik maskapai Demonim ditembak saat hendak mendarat di Bandara Kenyam. Akibat kejadian itu, ko-pilot Irene Nur Farida mengalami luka di pergelangan kaki kanan akibat terkena serpihan peluru.

Baca Juga:   Reuni 212, Polda Metro Jaya Telah Terima Surat Pemberitahuan

Peristiwa penembakan juga kerap menyasar patroli aparat keamanan dan angkutan karyawan perusahaan tambang Freeport di Papua. Aksi itu diduga dilakukan oleh kelompok sempalan atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang merupakan sayap militer Organisasi Papua Merdeka.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)