Pisau Cukur Gillette Palsu Beredar di Medan, 2 Toko di Jalan Karya ‘Dibongkar’ Polisi

 

Rekanbola – Personel Unit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan membongkar peredaran pisau cukur merk Gillette palsu dari dua lokasi toko di kawasan Jalan Karya Medan, Jumat (30/11/2018) sekira jam 11.00 wib.

Dalam pengungkapan itu polisi menyita sebanyak 391 pisau merk Gillette Goal 2 dan 297 pcs Gillette Blue II. Selain itu, kedua pemilik toko berikut karyawannya diboyong ke Mapolrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula ketika pihaknya menerima laporan Kuasa Hukum The Gillette Company LLC, selaku pemilik merk-merk Gillette terdaftar di Indonesia terkait adanya penjualan pisau cukur palsu di Medan.

Elsiana Inda Putri Maharani selaku perwakilan Gillete kemudian membuat laporan polisi ke Polrestabes Medan dengan No.2574/K/XI/2018/SPKT Restabes Medan.

“Menindaklanjuti laporan itu petugas lalu melakukan penyelidikan dengan mendatangi sejumlah toko yang diduga menjual produk palsu tersebut yang merugikan negara, industri, dan konsumen,” ujarnya didampingi Wakasat Reskrim Kompol Ronni Bonic, Jumat sore.

Polisi kemudian menggerebek dua lokasi toko yakni; Toko Sabena III di Jalan Karya Sei Agul No.98 Medan dan Toko Ilah Daya di Jalan Amal No. 16 Medan. Dari penggeledahan polisi menemukan sedikitnya 600-an barang bukti pisau cukur palsu.

“Pemeriksaan secara serentak ke toko tersebut dan menemukan ada nya pisau cukur merk Gillette Goal, diperdagangkan di toko toko tersebut. Selanjutnya anggota membawa pemilik toko atau karyawan, dan barang bukti ke Polrestabes Medan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” terang Putu.

Adapun identitas pemilik toko dan karyawan yang diamankan yakni berinisial MD (24) dari Toko Sabena III, dan MF (26) dari toko Ilah Daya. “Kita masih mendalami dan mengembangkan kasus ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Polisi Selidiki Ricuh di Malang Diduga karena Film Papua Merdeka

Ia menjelaskan keduanya dijerat dengan pasal 100, 101, 102 UURI No. 20 tahun 2016 tentang merk, Pasal 62 Yo pasal 8 ayat 2 UURI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun dan denda Rp2 Milyar.