Polisi Obati 2 Mahasiswa Bogor yang Terluka Saat Aksi Demo Kemarin

REKANBOLA – Sebuah video kericuhan aksi demo mahasiswa di Baranangsiang, Bogor, beredar viral di media sosial. Dalam kejadian itu ada dua orang mahasiswa yang menjadi korban luka.

Kapolres Bogor Kombes Hendri Fiuser menyebut pihaknya bertanggung jawab atas insiden itu. Kedua mahasiswa yang terluka itu telah diobati.

“Ada yang luka berdarah kita obatin, itu bagaimana kita tanggung jawabnya, sudah kita juga dilempari, kita obati juga,” kata Kombes Hendri saat dihubungi rekanbola, Sabtu (21/9/2019).

Kedua korban tersebut dirawat jalan. Keduanya telah pulang ke rumah masing-masing sejak Jumat (20/9) kemarin.

“Nggak ada (yang dirawat di RS). Sudah diobati, kita bawa ke kantor, sudah kita pulangkan,” ucap Hendri.

Hendri menyebutkan ada dua mahasiswa yang terluka dalam kejadian itu.

“Setahu kami ada dua orang (terluka), kalau pun sama yang lecet-lecet dihitung mungkin lima.

Dalam insiden itu, kata dia, polisi juga ada yang terluka karena lemparan batu, bambu dan botol kaca. Meski begitu, Hendri mengatakan tidak ada polisi yang sampai dirawat dalam kejadian itu.

Para mahasiswa awalnya demo di Tugu Kujang, Kota Bogor, dengan membawa isu masalah pelemahan UU KPK, pelanggaran HAM, karhutla, hingga masalah Papua. Sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat (20/9), massa hendak pulang ke kampusnya di Universitas Pakuan melewati Baranangsiang.

“Namun perjalanan pulang dari Kujang ke Pakuan, mereka berhenti di Tol Baranangsiang. Bisa dibayangkan itu hari Jumat akan sangat mengganggu,” jelas Hendri.

Menurut Hendri, aksi mahasiswa tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan UU No 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Massa mulai memanas hingga melempari petugas dengan bambu, batu, hingga botol kaca.

Baca Juga:   Jokowi Terima Istri Anwar Ibrahim di Istana Bogor

“Agar mendesak anggota mundur, agar mereka duduki tol dengan harapan nanti kan terganggu,” lanjutnya.

Meski demikian, tidak ada mahasiswa yang diamankan dalam kejadian itu. Koordinator lapangan (korlap) demo sempat dimintai keterangan, namun kata dia sudah dipulangkan sejak semalam.

“Permasalahan ini sudah kita klarifikasi dengan Purek, Korlap sudah saling memahami. Kita kasih ruang mahasiswa untuk demo, orasi tapi harus berpegang pada UU No 9 Tahun 1998. Pihak rektor juga harus tahu kegiatan mahasiswa ini. Kita mengacu ke pengalaman di Cianjur bagaimana ada korban, itu ada pelemparan botol dan batu,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga bertemu dengan pihak BEM menindaklanjuti persoalan kemarin itu. Dia berharap ke depan mahasiswa berdemo dengan tertib.

“Hari ini kita bangun komunikasi dengan BEM, Purek II bagian kemahasiswaan agar tahu kegiatan mahasiswa,” tandasnya.