Polisi Tangkap 9 Pembuat Meterai Palsu Dijual Secara Online

REKANBOLA – Polisi menangkap sembilan orang tersangka atas nama inisial ASR, DK, SS, ASS, ZUL, RH, SF, DA dan R. Mereka ditangkap pada Februari 2019, terkait kasus penjualan meterai Rp 6.000 palsu senilai melalui situs online.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyuhadiningrat mengatakan, para tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda atas adanya laporan dari Ditjen Pajak terkait kasus ini. Namun, mereka ditangkap dalam waktu yang bersamaan yakni akhir Februari 2019 lalu.

“Tersangka ASR, ASS, R dan DK ditangkap di Kota Bekasi, SS ditangkap di Kota Depok dan untuk ZUL, RH, SF dan DA ditangkap di Jakarta Timur,” kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3).

Pihaknya melakukan penyelidikan sejak adanya laporan dari Ditjen Pajak pada 25 Oktober 2018 lalu.

“Penyelidik mendapatkan barang berupa meterai yang dijual di situs belanja online yang dijual di bawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah oleh JF yaitu seharga Rp 550 ribu per paket (5 lembar masing-masing berisi 50 keping meterai). Selanjutnya koordinasi dengan Perum Peruri dan hasilnya dinyatakan palsu,” jelasnya.

Lalu, pada akhir Februari 2019, petugas mengamankan ASR dan DK di daerah Kota Bekasi. Tersangka ASR ini berperan untuk menyablon dan menjual meterai palsu di situs online dengan menggunakan nama inisial JF.

“Untuk DK berperan sebagai kurir mengirimkan paket meterai palsu melalui ekspedisi. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan mengamankan SS di daerah Depok yang berperan menyediakan bahan baku pembuatan meterai palsu dan membantu mencarikan percetakan,” ujarnya.

Setelah melakukan pengembangan lanjutan, pihaknya mengamankan ASS di daerah Kota Bekasi. Dia berperan untuk membantu mencarikan percetakan dan pembuatan hologram meterai palsu.

Baca Juga:   Sandi Sengaja Berlatih dan Minum Jamu Sebelum Duel Lawan Menteri Susi

“Pengembangan terus dilakukan dan mengamankan ZUL dan RH di daerah Jakarta Timur yang berperan mencetak dasar meterai palsu menggunakan mesin offset,” ucapnya.

“Dan dikembangkan lagi dan mengamankan SF dan DA di daerah Jakarta Timur. SF berperan sebagai pembuat hologram poli meterai palsu menggunakan mesin poli dan DA berperan sebagai kurir/penghubung ASR ke ZUL, RH dan SF,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya terus melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap satu tersangka lagi yakni dengan inisial R yang ditangkap di Kota Bekasi.

“Tersangka R yang berperan menjahit/melubangi meterai palsu menggunakan mesin porporasi/pencacah manual, dan mesin pembolong bentuk bintang dan oval,” terangnya.

Wahyu menyebut atas kejadian ini negara mengalami kerugian sebesar Rp 30 miliar. Barang bukti yang diamankan yakni ribuan meterai palsu dan beberapa mesin cetak meterai.

“Para tersangka dikenakan Pasal 257 KUHP UU RI Nomor 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai dan Pasal 253 KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” katanya.