Polisi Temukan 2 Donatur Terduga Teroris di Sibolga, Ada yang Menyumbang Rp 15 Juta

REKANBOLA – Tujuh tersangka kasus terorisme terkait jaringan Abu Hamzah sampai saat ini masih didalami oleh Polisi. Mereka diperiksa untuk untuk mengungkap apakah peristiwa yang terjadi di Sibolga, Lampung dan Klaten ada keterkaitan atau tidak.

“Meskipun pola amaliyah dan aksinya lone wolf, tapi mereka masih berjejaring komunikasi. Ini untuk melakukan langkah antisipasi secara masif, dari aparat Ke polisian bersama stakeholder terkait. Terus melakukan monitoring sleeping cell di wilayah,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Dedi mengungkapkan bahwa ada dua penyumbang dana, yakni M dan Ameng. M belum diketahui nominalnya, sedangkan Ameng diketahui menyumbang Rp 15 juta.

“Ameng 15 juta, (ia) salah satu pegawai swasta di Sibolga, nah si M masih didalami besarannya berapa. Karena M ini adalah dari tanjung balai,” ungkap Jenderal bintang satu itu.

Dedi juga mengungkapkan bahwa duit yang diperoleh Ameng didapat dari usaha dia sendiri sebagai wiraswasta. Sampai saat ini polisi masih mendalami dan semuanya sedang diperiksa secara intensif.

Sebelumnya, pasca penangkapan Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa, 13 Maret 2019 lalu, Polisi berhasil menangkap tujuh terduga teroris di berbagai daerah yang terkait degan jaringan Abu Hamzah. Dua di antaranya merupakan perempuan.

Baca Juga:   Tanpa Kata, Hatta Rajasa Tinggalkan Kediaman SBY