Presiden Afghanistan beri sinyal buka perundingan damai dengan para militan

Rekanbola.com –  Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani berencana akan membuka perundingan damai dengan militan di negara tersebut. Namun, Ashraf menegaskan akan menolak berunding dengan militan yang melakukan serangan di ibukota Kabul.

Beberapa serangan yang dilakukan seperti serangan di Hotel Intercontinental di Kabul pada 20 Januari, dan aksi bom bunuh diri dengan menggunakan ambulans yang menewaskan lebih dari 130 orang. Aksi bom bunuh diri diakui dilakukan oleh kelompok ekstrimis Taliban.

“Mereka yang bertanggung jawab atas tragedi ini dan tidak menginginkan perdamaian, pintu perdamaian akan ditutup untuk mereka. (Namun) bagi mereka yang menerima perdamaian, mereka akan menyaksikan negara merangkul mereka. Tapi ada perbedaan yang jelas, komitmen kami untuk membawa perdamaian bukan berarti kami akan duduk diam dan tidak akan membalas dendam,” kata Asraf, dilansir dari laman Reuters.

Ashraf pernah bersumpah bahwa Afghanistan akan terus menggali lubang persembunyian para militan ekstrimis. Namun sepertinya militan-militan di negara tersebut semakin melunjak. Upaya untuk membuat perdamaian terus dilakukan, namun hasilnya nihil.

Afghanistan juga menuduh Pakistan karena gagal melawan Taliban. Militan tersebut pernah merencanakan serangan di perbatasan Pakistan. Ashraf juga menuduh Pakistan sebagai markas Taliban. Kini Ashraf menunggu tindakan Pakistan terhadap kelompok tersebut.

Pakistan langsung membantah membantu Taliban. Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Tehmina Janjua, mengunjungi Kabul untuk bekerja sama melawan kelompok-kelompok ekstrimis.

 

Baca Juga :

 

Baca Juga:   Jabat Tangan Trump-Kim yang Pertama Bagi Pemimpin AS dan Korut

Hasil gambar untuk MInion logo