Pria Sering Terjebak Zona Pertemanan, Ini Penyebabnya

REKANBOLA – Konon katanya, terjebak dalam hubungan friedzone sering dialami pria. Kok bisa? Lalu apa, penyebab friend zone kok sering dialami pria? Terjebak friend zone, atau hanya dijadikan sebagai sahabat saja ini sering terjadi dalam relasi hubungan pria dan wanita.

Kondisi ini ketika kita hanya dijadikan sebagai sahabat saja padahal kita ingin hubungan yang lebih dari sahabat. Situasi seperti ini sering kita sebut sebagai friend zone.

Apa Penyebab Friend Zone, Kok Sering Dialami Pria?

Umumnya, kejebak friend zone ini terjadi ketika si dia sudah terlanjur nyaman menjadi temanmu saja. Hanya dijadikan sebagai teman, kadang kita terima dengan keputusannya itu. Meski hanya dijadikan sebagai friend zone, ada sebagian pria yang berhasil keluar dari hubungan friend zone dengan membuat gebetan jatuh hati padanya.

Friend zone ini kondisi yang sangat bahaya, coba bayangkan, kita sudah capek-capek berinvestasi kepada gebetan berharap dijadikan sebagai pacar eh dianggapnya hanya sebagai teman. Sebab friend zone membahayakan, kita harus tau, apa kesalahan dalam PDKT yang membuat kita terjebak friend zone. Berikut beberapa kesalahan PDKT yang membuat kita terjebak friend zone.

Kita Terlalu Semangat Dalam Mengejar Gebetan

Terjebak hubungan friend zone terjadi karena hubungan yang tidak seimbang. Kita biasannya terlalu mati-matian saat mengejar gebetan, sedangkat gebetan kita sendiri, ia cenderung pasif dan tak melakukan balasan apapun buat kita. Orang yang suka needy tidak akan mendapat hubungan yang dimaui kecuali penolakan mentah-mentah dari wanita.

Sebab itulah, kita sangat dilarang keras terlalu bersemangat dalam mengejar wanita. Berjuang sewajarnya saja, kalau ditolak dan si gebetan tidak menunjukan respon yang positif ya sudah, cari gebetan baru saja. Menurut Waller dan Hill dalam sebuah tulisannya berjudul “Least Interested Principle”, orang yang tidak takut pergi meninggalkan gebetan lebih mempunyai kuasa untuk mengendalikan hubungan.

Baca Juga:   Melihat Keramaian Jambore Nasional Purworejo Vespa Berirama

Terlalu Menjadi Pria yang Yes Man

Perlu diingat, kita jangan jadi pria yang yes man, atau selalu menerima permintaan gebetan kalau dia butuh sesuatu. Kalau kita selalu jadi pria yang yes man, tak heran kalau gebetan akan meremehkan kita.

Karena kalian takut kehilangan, kalian selalu ada untuknya kapanpun gebetan butuh. Kalau hal ini terus dilakukan, akan timbul pemikiran darinya “ Ngapain menjadikan dia pasangan sih kalau sebagai teman saja dia sangat care menolongku”. Adanya pemahaman yang seperti inilah yang membuat gebetan nyaman menjadikan kita sekedar sebagai sahabatnya saja.

Jadi mulai sekarang, kurangi sifat yes man kita ke wanita. Kurangi kebaikan kita pada gebetan. Jangan mudah nuruti permintaan gebetan apalagi jika permintaan gebetan itu merugikan kita.

Kita Tidak Punya Cadangan Gebetan Lain

Katanya, jika kita benar-benar tulus dengan pasangan, kita harus selalu setia dengan gebetan. Jangan pernah melirik wanita yang lain jika kita mau menjadikan gebetan sebagai pacar. Salah!

Kesetian baru berlaku jika sidia sudah jadi pasangan kita. Jika sidia statusnya masih sekedar gebetan, kita bisa dengan bebas lirik sana-lirik sini untuk mencari gebetan yang lebih potensial.

Nah, itulah beberapa penyebab mengapa hubungan friend zone sering dialami pria, khususnya bagi para laki-laki ngarep. Daripada kejebak friend zone begitu, ayo, kita hindari saja jebakan friend zone itu dengan mewaspadai apa penyebab friend zone yang sudah dipaparkan di atas.