Program KPR Pasca Bencana untuk PNS Segera Bergulir

REKANBOLA – Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pasca bencana akan segera bergulir. Tahap awal, program yang dijalankan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF tersebut akan dilakukan di Lombok.

Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, program ini diperuntukkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS. Rencananya, sebanyak 3.000 PNS di Lombok bisa menikmati pembiayaan KPR mencapai Rp 100 juta.

“Kenapa ASN? Karena semua slip gajinya itu ada di BPD NTB, jadi dari segi risiko kredit itu bisa meng-assess kalau itu bisa kita mitigasi. Selama ini kan masyarakat Lombok mendapatkan bantuan per keluarga Rp 50 juta. Khusus untuk ASN, Rp 50 juta itu tidak cukup untuk memperbaiki rumahnya,” ujar dia di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12).

Untuk menjalankan program tersebut, SMF menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Barat. Total pembiayaan yang disiapkan mencapai Rp 300 miliar.

“Kenapa Rp 100 juta? Karena jumlah Rp 300 miliar, itu juga subsidi, karena parsial. Bunga yang kami nanti pass on kepada Bank NTB itu adalah landed cost of fund kurang lebih 5 persen. Kita harapkan Bank NTB memberikan bunga margin dan dapat disalurkan kepada ASN at least single digit, antara 7 persen-8 persen. Dengan harapan dia dapat mengembalikannya,” jelas dia.

Ananta menyebut, KPR pasca bencana ini akan digulirkan mulai tahun depan. Jika nantinya berjalan baik di Lombok, maka program tersebut akan digulirkan di lokasi lain yang terdampak bencana, seperti Palu, Sulawesi Tengah.

“KPR SMF Paska Bencana sekarang sedang minta approval, rencana 2019 akan kami luncurkan. Kalau model ini bisa berhasil, kami juga berpikir untuk di-replicate di Palu juga. Tapi ini kita pertama memang dengan ASN dulu,” tandas dia.

Baca Juga:   Tekan Kekerasan Seksual Anak, Kemensos Kembangkan Program Penguatan Keluarga