Proses evakuasi di Kabupaten Sigi masih berjalan, listrik belum menyala

Basarnas dan tim SAR lainnya terus bekerja mengevakuasi korban di balik reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Hari ini, di Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, kembali dievakuasi korban meninggal pascagempa dan tsunami, Jumat (28/9) pekan lalu.

Alat berat berupa ekskavator bergerak perlahan mengangkut material bangunan rumah tinggal yang ambruk. Usaha berbuah hasil, ditemukan korban tertimpa bangunan dan terendap di tanah berlumpur.

“Hari ini, operasi SAR gabungan kembali menemukan 2 korban laki-laki,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Octavianto, Jumat (5/10) malam.

Sejauh ini, belum diketahui identitas kedua korban itu. Usai dievakuasi dari reruntuhan material bangunan, kedua korban kemudian dibawa dengan menggunakan ambulan.

Sementara itu, malam ini, listrik masih padam Kabupaten Sigi, wilayah lain terdampak gempa di Palu dan Donggala. Bantuan logistik bagi korban gempa pun, mulai mengalir.

“Rumah kontrakan saya di Jono Oge, perumahan GRP Karta Blok B 07, lenyap. Awalnya gempa, dan runtuh kemidian disusul lumpur,” kata warga Desa Jono Oge, Ahmad Nursaan (29) dikonfirmasi merdeka.com

“Kalau bantuan, ada saja. Meski kurang tapi iya sudah ada. Listrik masih padam. Kalau di Palu, infonya listrik mulai hidup lagi. Tapi saya tidak tahu di daerah mana tepatnya,” ujar Ahmad, perantau di Samarinda, yang pulang menemui keluarganya di Jono Oge.

Kondisi lingkungan sekitarnya, Pasar Jono Oge masih belum buka, namun ada beberapa warung mulai buka kembali. “Waktu setelah gempa itu, menurut istri saya, setelah gempa mereka sempat melarikan diri ke tanah sawah. Waktu jam 10 malam, baru mereka bisa sampai ke jalan utama lagi,” tutup Ahmad.

Baca Juga:   Ustaz Somad Mundur, Prabowo-Salim Segaf Langsung 'Kawin'?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *