Ramyadjie Priambodo Pelajari Kelemahan Mesin ATM Sejak 2018

REKANBOLA – Ramyadjie Priambodo meraup uang hasil kejahatan Rp 300 juta dari membobol ATM. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli Bitcoin atau uang elektronik.

“Ya suka main transaksi Bitcoin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3).

Sayangnya, Argo tak menjelaskan secara rinci terkait hal itu. “Metode jual beli pembayarannya dengan menggunakan virtual currency bitcoin,” tuturnya.

Bukan hanya untuk membeli uang elektronik, uang hasil kejahatannya itu juga ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Pengakuannya untuk keperluan pribadi,” imbuhnya.

Menurut Argo, Ramyadjie sudah sejak 2018 mempelajari mesin ATM yang ditemukan petugas di apartemen milikinya. “Sejak tahun 2018 ya (pelajari mesin ATM yang ada di kamarnya),” kata Argo.

Mesin ATM tersebut ia dapat dari seorang temannya untuk mempelajari kelemahan mesin tersebut. “Mesin itu untuk dipelajari kelemahannya,” jelasnya.

Sejauh ini, Ramyadjie belum menyebut identitas temannya tersebut. Oleh karena itu, sampai saat ini polisi masih terus melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Belum mengakui siapa temannya. Masih terus diselidiki,” tandasnya.

Baca Juga:   Ratusan Kura-kura Moncong Babi Dipulangkan ke Indonesia