Resmi IPO, Saham PT Mega Perintis Naik 49 Persen Jadi Rp 446

REKANBOLA – PT Mega Perintis Tbk (ZONE) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi ini (12/12). Korporasi yang bergerak di bidang ritel fesyen dan aksesoris khusus pria tersebut, menjadi emiten ke-56 di BEI sepanjang tahun 2018 atau perusahaan tercatat ke-618.

Harga saham ZONE pada saat pembukaan perdagangan di BEI pukul 09.00 WIB naik Rp 148 atau 49,66 persen jadi Rp 446, dari Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 298 per unit.

Volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 100 lot senilai Rp 4,46 juta. Adapun frekuensi perdagangan saham bernominal Rp 100 per unit itu sebanyak satu kali.

Dari penjualan 197 juta saham kepada publik, ZONE memperoleh tambahan modal sebesar Rp 58,70 miliar. Sekitar 43 persen dana hasil IPO akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja. Sebesar 31 persen digunakan bagi pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outlet atau gerai baru.

“Sisanya sebesar 26 persen dipakai untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan,” ucap Direktur Utama ZONE FX Afat Adinata Nursalim di Gedung BEI, pagi ini.

Dalam IPO ini, perseroan juga mengalokasikan sebesar 10 persen saham untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA). Ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan.

PT Lotus Andalan Sekuritas berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek pada aksi korporasi ini.

Sebagai informasi, ZONE mengawali bisnis di bidang garmen pada 1999. Adapun fokus usaha Perseroan saat ini terbagi menjadi tiga lini bisnis. Pertama, perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global. Kedua, garmen yang dijalankan oleh PT Mega Putra Garment. Terakhir, perdagangan yang dikelola PT Mitra Perintis Merdeka.

Baca Juga:   Lepas Saham Delta, Pemprov DKI Siap-siap Hilang 'Mesin Uang'

“Merek-merek Perseroan antara lain adalah Manzone, MOC, Mens Top serta distributor Nike Indonesia,” kata dia.

Adapun total jaringan distribusi Perseroan saat ini mencapai 573 gerai. Itu tersebar di kota-kota besar Indonesia.

Perseroan terus berekspansi dengan beberapa strategi di antaranya melakukan pemasaran yang tepat guna, pengembangan jaringan dan peningkatan kualitas outlet, serta mengembangkan platform e-commerce, pungkasnya.