Ribut Politik di Catalan, Barcelona Bakal Tempuh Perjalanan Tandang 550 Km Pakai Bus

REKANBOLA – Kisruh politik yang kini terjadi di wilayah Catalan bakal berdampak pada jadwal Barcelona di La Liga. Barcelona mungkin akan memakai bus ketika laga tandang melawan Eibar, Sabtu (19/10/2019) mendatang.

Sebagai informasi, situasi politik di Catalan kini tengah memanas. Ada seruan aksi pemogokan umum untuk para pekerja. Aksi tersebut disebut akan berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara El Part.

Aksi pemogokan tersebut terjadi sebagai respon dari putusan Pengadilan Tinggi Spanyol. Mereka menjatuhkan hukuman penjara kepada sembilan aktivis pro-kemerdekaan Catalan dari Spanyol.

Bandara El Prat merupakan fasilitas penting di Catalan. Jika benar ada aksi pemogokan, yang berdampak pada jadwal penerbangan, maka Barcelona harus menyiapkan rencana lain untuk laga tandang ke Basque melawan Eibar.

Barcelona Tempuh 550 Km Memakai Bus

Dikutip dari Diario AS, pihak Barcelona kini tengah berupaya untuk mendapatkan konfirmasi akhir kondisi yang terjadi di kota. Jika memang bandara El Prat tidak bisa beroperasi normal, maka Barca siap untuk melakukan perjalanan tandang memakai bus.

Barcelona tentu tidak diuntungkan jika harus berangkat ke markas Eibar dengan bus. Sebab, total jarak tempuh yang harus dilalui sangat jauh. Dari Catalan menuju ke Basque, jarak tempuhnya mencapai 550 Km, dengan 400 Km lewat tol yang menghubungkan sisi timur dan utara Spanyol.

Barcelona biasanya menjalani laga tandang ke Basque, dalam hal ini Eibar, dengan memakai pesawat. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih singkat. Barca juga hanya menempuh 40 Km saja perjalanan darat dengan bus.

Terakhir kali Los Cule harus melakukan perubahan rencana perjalanan tandang terjadi pada laga semi final Liga Champions 2010. Ketika abu vulkanik mengganggu perjalanan udara di seluruh Eropa dan memaksa mereka melakukan perjalanan ke Milan dengan bus. Saat itu, Barcelona kalah dengan skor 3-1.

Baca Juga:   Kalah, MU Dituntut Berikan Reaksi Cepat

Jelang El Clasico

Dampak dari kekacauan politik di Catalan juga diyakini bakal nampak di laga El Clasico. Fans Barcelona, diyakini bakal melakukan protes dan menyuarakan pandangan politiknya di laga melawan Real Madrid, 26 Oktober mendatang.

Laga El Clasico kali ini bakal digelar di Camp Nou. Suporter kubu Barcelona dilaporkan bakal melakukan protes terkait hukuman penjara untuk para aktivis pro kemerdekaan Catalan.

Pihak Barcelona sendiri telah mengeluarkan sikap. Mereka merilis pernyataan bahwa hukuman penjara bukan langkah yang tepat. Mantan pelatih Barcelona, Josep Guardiola, juga mengecam hukuman penjara pada aktivis pendukung Catalan merdeka.

Sementara itu, pihak Real Madrid telah membuat larangan kepada semua anggota klub untuk memberi komentar terkait politik. Real Madrid tidak ingin membuat kondisi makin buruk. Real Madrid juga akan meningkatkan keamanan ketika berkunjung ke Camp Nou.