Sandiaga: Kita Akan Buyback Indosat Sesuai Rencana Pak Jokowi yang Tak Terlaksana

REKANBOLA – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno akan membeli kembali atau buy-back saham Indosat jika terpilih menjadi wapres untuk periode lima tahun ke depan. Sandiaga akan bicara dengan pihak Qatar Telecom, pemilik grup Ooredoo selaku pemilik saham terbesar Indosat.

“Kita mau buy back, sesuai rencananya Pak Jokowi namun tak kunjung terlaksana. Kita akan datang ke pihak Qatar, kita akan kembangkan, tapi kita yang mesti mayoritas, seperti Telkomsel kan bagus dikelolanya oleh kita,” tegasnya.

Sandiaga menjelaskan tujuannya buyback saham Indosat. Salah satunya untuk mengintegrasikan data masyarakat Indonesia yang nantinya masuk dalam data KTP elektronik (e-KTP). Menurutnya, agar sistem integrasi e-KTP tercapai membutuhkan data data yang dikuasai Indosat.

“Nah salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik, tapi kita juga harus menguasai data bagaimana kita kolaborasi indonesia bisa punya kedaulatan datanya,” ucap Sandiaga.

Sehingga, sistem integrasi Single Identity Number (SIN) yang gagasnya lewat penggunaan big data bisa dikawal dan dikontrol oleh perusahaan perusahaan seperti Telkomsel maupun Indosat. Nantinya, pusat data tersebut berada di Indonesia jika buyback Indosat berhasil.

“Data itu bukan hanya pemerintah saja, dari para pemegang seperti Telkomsel gabung sama Indosat itu bisa 80 persen. Data masyarakat dipegang oleh kita. Akan kita ajak bergabung, Telkomsel kan mayoritasnya Indonesia kalau Indosat kan mayoritasnya masih pihak Qatar,” tuturnya.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memastikan data data masyarakat dapat dikelola dengan baik dan bisa memberikan pelayanan publik yang lebih bagus bila dikuasai pemerintahnya. Menurutnya, Jokowi saat ini belum serius untuk ‘buy back’ kembali Indosat.

Baca Juga:   Ma'ruf Amin Sebut NU Belum Ajukan Nama Kader untuk jadi Menteri ke Jokowi

“Ini kolaborasi, data untuk kebaikan kita semua dan saya yakin kalau kita bisa kelola dengan baik, kita rangkul, janji Pak Jokowi sampaikan kita tuntaskan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Indonesia menjual 41,94 persen saham Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. (STT) dengan harga USD 627 juta pada 2002. Usai itu, STT melepas kepemilikannya ke ke Qatar Telecom (sekarang Ooredoo).

Komposisi saham Indosat saat ini Ooredoo Asia Pte Ltd menguasai 65 persen, pemerintah Indonesia hanya menguasai saham 14,29 persen. Sedangkan saham yang dikuasai publik mencapai 20,71 persen.

Sebelumnya, dalam debat pilpres 2014, Jokowi mengatakan rencananya membeli kembali saham Indosat. Saat Indosat dijual, ada klausul yang menyebut bisa dibeli kembali oleh pemerintah.

“Klausulnya jelas, Indosat bisa diambil kembali, hanya belum kita ambil. Kuncinya hanya satu, kita buy back, kita beli kembali. Tapi ke depan ekonomi harus tumbuh 7 persen,” janji Jokowi saat itu.

“Ke depan untuk hal-hal yang strategis, Indosat jadi incaran pertama. Jadi harus kita beli lagi dengan harga yang wajar,” tegasnya.