Satgas Antimafia Bola Awasi Gelaran Piala Presiden 2019

REKANBOLA – Sebanyak 20 klub sepakbola ikut serta dalam gelaran Piala Presiden 2019. Pertandingan itu digelar di lima kota sebagai tuan rumah yakni, Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman dan Malang. Pertandingan pun akan digelar dari tanggal 2 Maret hingga 12 Apr 2019 mendatang.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan, Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola ikut memantau.

“Satgas Mafia Bola kita juga monitor dan mengawasi piala presiden agar sportivitas,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di sela-sela acara Millennial Road Safety Festival 2019 berkolaborasi dengan Womens Cycling Community, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (10/3).

Argo menuturkan, selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Tim Satgas juga ingin membuat seluruh tim bertanding dengan jujur.

“Kita ingin semuanya fairplay, sportifitas, sehingga dapat menghasilkan tim-tim yang berprestasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri terus melakukan penelusuran dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Sejumlah nama telah ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti menuturkan, para pengatur skor melibatkan wasit untuk memuluskan aksinya. Menurut Krishna, ada banyak wasit yang diduga terlibat kasus pengaturan skor.

Menurutnya, ada wasit yang terlibat karena kemauannya sendiri. Ada pula wasit yang terpaksa terlibat karena takut. Kemudian ada wasit yang tahu praktik pengaturan skor tapi tidak terlibat aktif.

“Ada beberapa wasit, kami berita acara mereka. Dari berita acara mengatakan beberapa dari mereka terpaksa terlibat, ikut terlibat karena sukarela, ada yang karena takut. Ada yang mereka tahu tapi tidak terlibat,” ujar Krishna di Sleman, Rabu (9/1).

Baca Juga:   Man City Konfirmasi Bravo Cedera Achilles Tendon

Krishna tidak secara spesifik menyebut jumlah wasit yang terlibat. Menurutnya, untuk membongkar praktik suap dalam pengaturan skor, pihak Satgas Antimafia Bola menjalin kerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kerjasama ini dilakukan untuk menelusuri aliran dana suap dalam pengaturan skor.