Scania Studi Penerapan Bus Tingkat di Jakarta

Rekanbola – Berbagai hal baru akan muncul di ajang Asian Games nanti, mulai dari bajaj khas sampai bus tingkat dari Scania. Pihak PT United Tractors Tbk (UT) mengatakan, bus yang dipinjam dari Swedia tersebut akan digunakan saat parade.

Bus yang hanya tersedia satu unit tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak UT untuk memperkenalkan bus tingkat di Indonesia, khususnya Jakarta. Karena ke depan, tidak dapat dimungkiri bahwa beberapa kawasan Jakarta bisa memanfaatkannya.

“Sekarang ini kita impor satu dulu (bus bertingkat untuk Asian Games), kita coba, apakah bisa digunakan di Jakarta atau tidak ke depannya.

Karena kan sebagaimana kita tahu kondisi jalan Jakarta beragam, nah nanti saat masuk terowongan, mentok apa tidak,” ucap Direktur Marketing UT, Loudy Irwanto Ellias saat berbincang bersama detikOto di acara launcing Scania NTG, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

“Tapi memang, bus double decker bisa menampung lebih banyak penumpang,” tambahnya.

Namun pihak UT tidak bisa memberikan komentar terlalu jauh akan penerapan bus bertingkat asal Swedia tersebut di Jakarta. Sebab, hal itu kembali kepada sang pengelola TransJakarta.

“Pertama kali kita ambil unitnya, kita bicarakan ke TransJakarta. Spesifikasi yang diinginkan seperti apa, posibillity-nya agar beroperasi di sini bagaimana, sehingga kita tahu bahwa unit yang kita bawa suatu saat bisa digunakan di sini,” ucap Loudy.

“Untuk sekarang, saya rasa bus double decker bisa beroperasi di beberapa jalanan Jakarta,” katanya lagi.

Diketahui, bus tingkat yang dibawa oleh Scania nanti bagian atapnya dapat dibuka sehingga para penumpang bisa melambai-lambaikan tangan. Bus akan meramaikan acara Asian Games khususnya pada saat parade.

“Untuk ke depannya kita belum tahu menyediakan berapa unit, karena untuk tahun ini belum ada budgetnya. Jadi baru kita perkenalkan layaknya dulu kita kenalkan bus gandeng. Waktu itu kita masukin dulu, kenalkan dulu ke masyarakat.

Baca Juga:   Di Bawah Koito, Nissan Ingin Bawa Mobil Canggih ke Indonesia

Jadi untuk melihat apakah penetrasi tersebut cocok atau tidak untuk di Indonesia, kalau kita tidak memberi untuk perkenalan maka bakal agak susah mereka untuk bayangan bus seperti apa yang layak seharusnya,” papar Loudy.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *