Sempat Buron, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Samarinda Akhirnya Dibekuk Polisi

REKANBOLA – Mijan (57), pria di Samarinda dibekuk polisi karena kasus pemerkosaan anak kandungnya. Mijan yang sempat buron selama sepekan itu nyaris jadi sasaran amukan massa.

Dia dibekuk di Jalan Lumba-lumba dekat rumahnya sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, Mijan diketahui berniat mengambil barang ke rumahnya.

Belakangan, dia diketahui sudah 4 tahun mencabuli putrinya sendiri. Motif pemerkosaan karena dendam dengan istrinya.

“Pak RT kabarin ke kita, langsung kita amankan. Di lokasi, kepulangan dia ini diketahui orang banyak, mau dimassa,” kata Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Nur Kholis saat dikonfirmasi merdeka.com di kantornya, Senin (4/3).

Kholis mengungkapkan, Mijan sempat bersembunyi ke sejumlah tempat sebelum ditangkap. “Dia bersembunyi. Ada di kebun dan tempat lainnya,” ujar Kholis.

Usai diinterogasi, Mijan mengakui sudah mencabuli putrinya sejak lama. Pertama, ulah bejat Mijan dilakukan di kuburan tahun 2014 lalu. “Dia (Mijan) menodai pertama kali kesucian anaknya, di bangku di kuburan dekat rumah. Karena dia ini kan penjaga dan penggali kuburan,” tambah Kholis.

“Motifnya, dia sakit hati dengan istrinya karena selingkuh. Maka dari itu, dia melampiaskan dendam itu ke anaknya sendiri,” terang Kholis.

Selain Mijan, kakak kandung korban, MAN (15) disebut pernah mencabuli korban. Namun, Mijan mengklaim tidak tahu perbuatan putranya itu.

“Bapaknya ini tidak tahu kalah kakaknya juga melakukan itu kepada adiknya. Begitu juga dengan kakaknya (MAN), tidak tahu kalau adiknya sudah digauli bapaknya,” jelasnya.

Polisi Ungkap Motif Lain

Mijan diperiksa maraton oleh penyidik Reskrim Polsek Samarinda Kota. Satu persatu, motifnya terkuak tidak hanya dendam. Namun, karena hasrat seksualnya yang tidak bisa terbendung.

“Pengakuan dia juga ingin merasakan perawan tapi tidak punya uang. Maka anaknya jadi korban. Dua hal, dendam dan kedua itu (merasakan lagi menyetubuhi gadis),” kata dia.

Baca Juga:   Banyak Yang Jadi Bahasan Diskusi Member A Pink Di Grup Chat Dan Cara Menghabiskan Waktu Luang.

Usai disetubuhi pertama kali pada 2014 lalu, Mijan terus-terusan melakukan aksi bejatnya itu kepada korban hingga bulan Maret ini. Kholis menyebut Mijan paling sering mencabuli korban saat siang hari, ketika rumah sedang kosong.

“Karena kakaknya sekolah, ibunya enggak ada karena lagi kerja sebagai juru masak. Jadi rumah sepi. Kalau malam hari, ketika lagi ingin (hasrat seksual muncul), maka dia juga lampiaskan kepada korban,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Kholis, Mijan kooperatif memberikan keterangan kepada polisi atas aksi pencabulan itu. “Kalau menurut saya, dia tidak ada kelainan kejiwaan. Kita periksa omongannya nyambung, tidak ada penyelasan bicaranya normal,” terang Kholis.

“Pun dia melakukan itu kepada anaknya, tidak ada dipengaruhi alkohol, miras dan lainnya. Artinya dia melakukan itu secara sadar. Dari tahun 2014 itu, tidak terhitung lagi dia berapa kali melakukan itu,” tandasnya.

Kini, Mijan harus mendekam di balik jeruji besi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, DSS (13), bocah kelas VI SD di Samarinda menjadi korban pemerkosaan kakak dan ayah kandungnya sendiri selama lebih 3 tahun. Polisi akhirnya mengamankan MAN (15), tak lain kakak kandung korban. Sementara ayah kandungnya, Mijan (57) berhasil diringkus setelah melarikan diri.