Sempat Dikaitkan dengan PSG, Bagaimana Respon Blaise Matuidi?

REKANBOLA – Pemain Juventus, Blaise Matuidi, sempat dikabarkan akan bergabung ke PSG pada bursa transfer musim panas ini. Namun peraih gelar Piala Dunia 2018 tersebut dengan tegas menampiknya.

Matuidi disebut-sebut sebagai satu pemain yang masuk dalam program perampingan skuat Juventus di musim ini. Apalagi setelah Bianconeri kedatangan tambahan gelandang baru seperti Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot.

Hal itu terbilang wajar, meskipun Matuidi merupakan salah satu pemain inti pada musim kemarin. Pasalnya, umurnya yang sudah mencapai 32 tahun tersebut sebentar lagi bakalan menggerogoti performanya di lapangan.

Namun sepertinya Maurizio Sarri selaku pelatih masih memiliki rencana dengan dirinya. Buktinya, eks gelandang St. Etienne tersebut bermain dalam dua laga perdana Bianconeri di Serie A musim 2019/20, bahkan selama 90 menit penuh.

Selalu Ingin Bertahan di Juventus

Rumor mengenai dirinya meninggalkan Turin mulai terdengar begitu Adrien Rabiot datang. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Matuidi sudha menerima tawaran dari sejumlah klub, termasuk di antaranya adalah PSG.

Klub yang kini diasuh Thomas Tuchel tersebut terbilang cukup penting bagi Matuidi. Sebelum ke Juventus, ia sempat memperkuat Les Parisiens selama enam musim. Namun bukan berarti sang gelandang itu tertarik untuk kembali, setidaknya dalam waktu dekat ini.

“Semua perbincangan di surat kabar soal PSG tidaklah benar. Paris selalu di hati saya, saya menjadi fansnya sejak kecil dan mengenakan seragamnya adalah mimpi yang jadi nyata, tapi saya selalu berkata bahwa saya senang di Juventus,” ujarnya, dikutip dari Football Italia.

“Persaingan tidak membuat saya khawatir, justru menstimulus. Tak ada yang bisa memberikan anda sesuatu dalam sepak bola dan anda harus mendapatkan tempat anda,” lanjutnya.

Baca Juga:   Dua Mantan Pemain Madrid Ini Kompak Puji Kualitas Benzema

Bicara Soal Rasisme

Dalam kesempatan yang sama, Matuidi juga angkat bicara soal kasus rasisme yang menimpa penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, saat bermain di Sardegna Arena yang merupakan markas Cagliari. Matuidi juga punya pengalaman yang tak menyenangkan di sana.

“Tindakan harus segera diambil. Dalam sepak bola, juga hidup, tak boleh ada ruang untuk rasisme. Kami sudah tak ingin melihat insiden seperti ini lagi, mereka menjadi contoh buruk kepada anak-anak dan kami harus melakukan segalanya untuk menghentikannya,” tambahnya.

“Tidak boleh ada ruang bagi orang-orang seperti ini di dalam stadion. Musim lalu juga sempat ada pembicaraan, tapi ada institusi yang bisa mengambil tindakan dan itulah yang seharusnya mereka lakukan,” tandasnya.

Matuidi mendapatkan perlakuan rasis dari fans Cagliari pada tahun 2018 lalu. Kemudian terulang kembali pada tahun 2019 sampai memicu eks rekan setimnya, Moise Kean, untuk membela dengan melakukan selebrasi provokatif kepada fans Cagliari.