Sempat Melemah, Rupiah kembali menguat di level Rp 14.282 per USD

REKANBOLA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (4/12). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.323 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan minggu lalu di Rp 14.244 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak menguat usai pembukaan menyentuh level 14.282 per USD. Namun kembali melemah ke level Rp 14.303, dan saat ini berada di level Rp 14.290 per USD.

Sebelumnya,Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat. Itu didukung dengan berbagai sentimen positif yang telah dibangun perlahan oleh pemerintah.

Dia mengungkapkan, pemerintah akan terus mengoptimalkan potensi domestik untuk merespon ketidakpastian global. Terutama dalam upayanya mengatasi pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

“Kita juga kan produsen terbesar kelapa sawit di dunia, produksi CPO kita 42 juta ton per tahun. Ini kita usahakan hilirisasi untuk biosolar 20 (B20). Kita wajibkan penggunaannya, berapa juta ton yang bisa kita hemat. Setelah itu kita akan mengejar B80 lalu B100. Sekali lagi, ini akan mengurangi CAD karena impor solar bisa dikurangi dan dihilangkan,” ujarnya.

“Kemudian pembangunan infrastruktur. Selama 4 tahun terakhir ini, kita melihat, kita telah banyak membangun baik airport, pelabuhan, jalan tol, pembangkit listrik, banyak sekali,” dia menambahkan.

Kata Presiden Jokowi, upaya-upaya tersebut dalam rangka membangun kepercayaan (trust) kepada para investor. “Kalau hal seperti ini bisa kita kerjakan. Ini jadi pondasi kita untuk bersaing dengan negara-negara maju. Dan setelah infrastruktur, kita akan masuk ke pembangunan Sumber Daya Alam (SDA). Butuh sekolah vokasi yang membutuhkan standard internasional, upgrade anak-anak muda kita,” ungkapnya.

Baca Juga:   Milan Dituntut Jaga Konsistensi Saat Hadapi Roma

Presiden Jokowi pun menekankan, dengan maraknya sentimen positif baik dari sisi internal maupun eksternal (global) yang kini datang, maka hal tersebut akan membantu Rupiah untuk semakin menguat. “Jadi yang kita bangun adalah trust, kepercayaan. Kita mengelola fiskal sangat hati-hati. Yang saya dengar arus modal sudah kembali masuk, jadi jangan kaget kalau Dolar nanti turun terus,” tandasnya.