Setop Body Shaming, Wanita Boleh Hobi Makan dan Pamer di Medsos

REKANBOLA – Tidak bisa dimungkiri bahwa wanita suka dengan segala jenis makanan. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mengontrol jumlah asupan makanan. Alasannya agar berat badan tetap ideal.

‘Tekanan’ wanita harus kurus itu pun muncul dengan banyaknya unggahan para wanita di media sosial serta selebriti yang memiliki tubuh langsing. Melihat kondisi tersebut, dua instruktur makan yang intuitif, Alissa Rumsey dan Linda Tucker meluncurkan kampanye #WomenEatingFood yang saat ini tengah ramai di instagram.

Hal itu dilakukan keduanya dengan harapan agar orang merasa nyaman melihat wanita makan semua jenis makanan tanpa rasa khawatir. Munculnya tagar itu sendiri dimulai saat Rumsey sedang berlibur di Florida pada April lalu. Yang mana dirinya dibentak oleh sang kekasih lantaran makan terlalu banyak sandwich.

Bukan hanya itu saja, kekesalan kekasihnya memuncak saat Rumsey mengunggah foto dirinya yang mengenakan bikini sambil memakan sandwich tanpa menyembunyikan lekuk tubuhnya.

“Anda dapat melihat betapa saya hanya menikmati. Aku punya makanan di wajahku, maksudku, aku benar-benar suka sandwich,” kata dia.

Hobi makan dan memiliki tubuh yang berisi seharusnya tidak memicu rasa malu, tetapi bagi wanita, hal itu berbeda. Baik Rumsey dan Tucker melihat efek ini setiap hari pada klien mereka, yang mereka bantu untuk memperbaiki dan membangun kembali hubungan yang sehat dengan makanan setelah diet kronis atau gangguan makan.

Jarang untuk melihat foto seorang wanita di media sosial, makan makanan tanpa berbicara tentang seberapa “baik” atau “buruk” dia atau mengungkapkan rasa bersalah saat memakannya.

Ketika Rumsey mengunggah foto-foto dirinya yang sedang makan di Instagram, Tucker berkomentar, bahwa apa yang dilakukan Rumsey adalah ide yang bagus.

Baca Juga:   7 Inspirasi untuk Sehat dan Bahagia

“Saya pikir ini adalah ide yang bagus untuk kampanye tagar baru #womeneatingfood,” kata dia.

Setelahnya kedua wanita ini mengunggah foto dan menjelaskan kepada para followers-nya untuk mulai mengampanyekan tagar ini.

“Kami ingin menjelaskan fakta bahwa wanita dapat terlihat makan dan tidak perlu ada pembenaran untuk itu,” kata Rumsey, yang juga seorang ahli diet berlisensi.

“Masyarakat berpikir wanita tidak boleh banyak makan dan mengunggah dirinya saat makan, dan kita kita harus minta maaf atau membenarkan apa yang kita lakukan.  Tapi itu tidak benar,” kata Rumsey.

Gerakan ini pun ternyata disambut baik oleh para wanita. Rumsey mengatakan bahwa dia mendapat pesan dari banyak wanita. Mereka mengatakan bahwa kampanye ini sangat membantu melihat wanita makan di media sosial.

Kita tahu bahwa media sosial seperti instagram memiliki citra yang sangat kuat, yang mana wanita harus terlihat kurus di instagram.

Rumsey memberi tahu orang-orang bahwa ada cara untuk mengubah media sosial menjadi sesuatu yang positif.  Dia membimbing semua kliennya melalui “pembersihan” media sosial, yang berarti mereka berhenti mengikuti siapa pun yang membuat mereka merasa buruk menilai diri mereka sendiri, membandingkan diri mereka sendiri atau mengubah makan mereka.

“Isi feed Anda dengan hal-hal yang positif. Ikuti orang-orang yang berbagi pesan non-diet dan yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda.”

Rumsey berharap untuk melihat peningkatan dalam keanekaragaman tubuh wanita dari unggahan #WomenEatingFood di masa depan.

“Saya ingin wanita merasa aman saat mem-posting foto-foto ini. Tetapi ada risiko mereka menerima komentar penuh kebencian jika Anda mem-posting foto makan dengan tubuh yang lebih besar,” jelas Rumsey.

Baik Tucker dan Rumsey menyerukan wanita dari segala bentuk, ukuran, warna, identitas dan kemampuan untuk berpartisipasi. Mereka ingin melihat foto-foto wanita tidak menyesal makan burger, ramen, milkshake, kentang goreng, popcorn dan, bahkan salad.

Baca Juga:   Bocah 12 Tahun Ini Selalu Gendong Teman Cacatnya ke Mana Pun Pergi