Setoran Kurang, Preman di Bali Rusak Tempat Biliar

Rekanbola – Seorang mengamuk dan merusak Jendoel Biliar di Pedungan, Denpasar, Bali diciduk polisi. Pelaku yang bernama Agus Indra Cahyadi itu melakukan aksinya karena tak mendapat bayaran untuk jasa pengamanannya.

“Ada indikasi salah satu ormas memeras usaha yang baru berjalan 1 bulan. Ke TKP menemukan pelaku di sana. Pelaku meminta bayaran selama dia mengamankan bisnis itu. Tapi dari pemilik tidak pernah merasa menyewa jasa ini,” kata Kapolsek Denpasar Kuta Selatan Kompol Nyoman Wirajana, di Mapolsek Denpasar Selatan, Kamis (13/9/2018).

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/9/) lalu, pemilik kafe yang tak merasa menyewa jasa tersangka tak mau memberikan uang. Akhirnya tersangka mengamuk dan merusak meja biliar menggunakan sangkur.

“Dia menumpahkan minuman, sampai merobek meja biliar,” terangnya.

Kepada polisi Agus mengaku bekerja sebagai satpam di salah satu tempat karaoke di kawasan Sesetan, Denpasar. Pelaku mengaku diminta salah satu sekuriti untuk membantu mengamankan kafe tersebut.

“Dan itu tidak dimasukkan ke operasional perusahaan. Dia tahu-tahu ngamuk ke owner, robek-robek meja biliarnya,” jelasnya.

Pelaku sendiri mengaku mengamuk karena uang setorannya berkurang. Dia merasa dijanjikan akan diberikan uang tambahan ketika meja biliar juga bertambah.

“Saya disuruh kontrol saja, sekedar hadir event hadir, sebulan pertama Rp 250 ribu. Awal membuka itu empat meja ini nambah dua meja, dibilang mau dapat komisi tapi bilang sama bosnya dulu. Kalau sudah ramai dinaikin gaji saya. Nggak tauhnya diturunin jadi Rp 200 ribu,” kata Agus lirih.

Kepada polisi, Agus juga mengaku sebagai mantan anggota ormas di Bali.

“Sekarang sudah nggak lagi, sebelumnya saya ikut Baladika, ” akunya.

Baca Juga:   Kerusakan Terumbu Karang di Indonesia Mencapai 46 Persen