Siswa SPN Dirgantara yang diborgol dikenal pendiam dan bermasalah

Rekanbola – RS merupakan siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, yang diborgol dan diamankan di ruang konseling pembinaan sekolah selama dua hari. Ezra Taufiqurrahman, teman sekelasnya RS menceritakan, RS semenjak kelas 1 merupakan pribadi yang sangat tertutup.

“Dia orangnya pendiam, kalau lagi belajar jarang ngomong,” Kata Ezra kepada rekanbola, Sabtu (15/9).

Hal yang membekas bagi Ezra selama mengenal RS adalah saat pertama kali masuk SPN Dirgantara. Saat itu, RS sering sakit namun tidak pernah bercerita perihal penyakit yang diderita.

Saat naik kelas dua, RS diketahui tidak lagi tinggal di asrama melainkan di rumah. “Kami tidak pernah diajak ke rumahnya RS di Orcard (Batam Centre). Jadi bloknya tidak tahu,” lanjutnya.

Waktu praktik di Lanud Husein Sastranegara Bandung selama dua bulan, Ezra mengaku bersama satu indekos bersama RS. Pada saat itu dia sering keluar tanpa pamit.

“Dia kalau lagi di luar (kota) praktik sering lari (kabur) di tempat belajar,” Tutur Ezra yang kini menjabat Sekretaris Resimen siswa SMK Penerbangan Dirgantara Batam.

Sementara itu siswa lainnya, Derry Ikhwansyah mengaku sempat memiliki cerita yang tidak mengenakkan. Dia pernah kehilangan uang Rp 800 ribu saat praktik di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Saat itu dia sekamar dengan RS.

Ketika itu melapor ke ibu indekos. Kemudian semua yang indekos di sana dikumpulkan. Saat itu tidak ada satu yang mengaku.

“Awalnya kami tidak menuduh RS yang ngambil. Namun setelah beberapa hari melihat RS membeli handphone, setelah itu kami melapor ke pembina dan kami mencurigai uangnya Derri di Ambil RS,” ceritanya.

Setelah itu RS mengakui telah mengambil uang untuk membeli HP. Semenjak itu, RS menghilang sekitar enam bulan.

Baca Juga:   Kanada Usir Diplomat dan Tangkal Duta Besar Venezuela

“Dia sudah empat kali kabur, mungkin saat ketangkap di Hang Nadim beberapa Minggu lalu kakak pembina secara spontan memborgol dia, karena takut kabur,” ujar Derry.

Derry pun Mengaku bersama teman-temanya minta untuk tidak menghukum RS, bahkan telah memaafkan kesalahannya.

“RS itu suka memainkan simulasi penerbangan dalam HP-nya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, rekanbola mencoba mengonfirmasi ke keluarga RS terkait persoalan yang terjadi di SMK SPN Dirgantara. Namun pihak keluarga belum memberikan jawaban.