Staf Kecamatan di Surabaya Jadi Tersangka Rasisme

REKANBOLA – Polisi mengungkapkan identitas SA, salah satu tersangka ujaran rasialisme di asrama mahasiswa Papua. Tersangka merupakan staf di kecamatan Tambaksari.

Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi membenarkan bahwa SA merupakan staf di kecamatan.

“Iya benar (staf di kecamatan Tambaksari),” kata Barung saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (2/9/2019).

Terpisah Kepala Satpol PP Irvan Widyanto saat dihubungi mengungkapkan SA adalah anggota satpol PP. Meski begitu SA di bawah koordinasi Bakesbang Linmas.

“Basic-nya dari satpol tapi koordinasinya di bawah Bakesbang Linmas,” terang Irvan

Sebelumnya, polisi telah menetapkan satu tersangka baru yang melakukan ujaran rasialisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP). Penetapan tersangka ini usai dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya telah menemukan bukti berupa video. Dalam video tersebut, tersangka melakukan ujaran rasialisme dengan kata-kata binatang yang tidak sopan.

“Untuk tambahan tersangka ada dari pak wakapolda ada ditemukan dari video yang beredar ada salah satu yang mengungkapkan kata-kata kurang sopan, kata-kata binatang rasis,” kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (30/8/2019).

Luki menyebut inisial tersangka baru yakni SA. Namun dia enggan memaparkan detailnya.

“Untuk inisial SA kalau untuk detailnya langsung wawancara sama pak waka saja,” imbuh Luki.

Baca Juga:   BNN Bekuk Ibu Rumah Tangga di Dumai Bawa Sabu 5 Kg, Terlibat Jaringan Malaysia