Status Jalan Kota Berubah, Ratusan Warga Sarirejo Unjukrasa ke DPRD Medan

 

Rekanbola – Ratusan warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, yang menamakan diri Forum Masyaraka Sarirejo (Formas) melakukan runjukrasa ke kantor DPRD Medan, Jumat (4/1/2019) siang.

Mereka menuntut penyelesaian permasalahan arena status Jalan Kota di kawasan itu yang tiba-tiba berubah menjadi Kesatrian TNI AU. Warga yang tidak sepakat melakukan protes dan berharap para wakil rakyat bisa memberikan solusi.

Massa datang membawa poster kecaman. Sebagai bentuk kekesalan warga, mereka memncopot dan membawa sebuah plank dengan tulisan Jalan Kesatrian TNI AU.

Koordinator Formas, Pahala Napitupulu menjelaskan, aksi yang mereka gelar hanyalah bentuk spontanitas warga. Mereka kesal, karena plank itu terkesan meneror mereka.

Kata Pahala, plank jalan itu dipasang pada Kamis (3/1/2019), sekira pukul 16.00 Wib. Ada sekitar 15 plank yang kini sudah dicabut karena bertuliskan status Jalan Kesatrian TNI AU.

“Itu tidak wilayah Kesatrian. Melainkan pemukiman masyarakat. Karena itu bukan tanah TNI AU,” kata Pahala di lokasi, Jumat (4/1/2019).

Mereka melakukan protes karena lahan yang itu telah memenangkan dalam perkara di tingkat Mahkamah Agung. Meski begitu, TNI AU disebut tetap mengklaim lahan tersebut sebagai milik mereka.

“Jangan kita ditakut-takuti, kan begitu bang. Ini kita ditakut-takuti dengan cara seperti ini,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika yang memasang adalah para pekerja. Namun para pekerja mengaku di suruh oleh pihak TNI AU.

Massa meminta tanggungjawab Pemko Medan. Mereka juga menuding pihak Pemko Medan berani memasang plank itu karena ‘ada main’ dengan TNI AU.

Pengunjukraja mengibarkan bendera Merah Putih di depan Gedung DPRD Medan. 

Untuk diketahui, konflik antara masyarakat Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia dan TNI AU sempat mengakibatkan terjadinya bentrok pada 2016 lalu.

Baca Juga:   Saling Sindir Kubu Prabowo-Jokowi soal Jebakan Batman