Tak Ada Korban WNI dalam Penembakan di New Jersey

Rekanbola – Perwakilan pemerintah di Amerika Serikat memastikan tidak ada warga negara Indonesia menjadi korban dalam aksi penembakan antar-geng di sebuah festival seni di New Jersey pada Minggu (17/6).

“Sejauh ini kami tidak memperoleh laporan WNI jadi korban peristiwa itu,” ujar Konsul Jenderal RI untuk New York, Abdul Kadir Jailani, Senin (18/6).

Abdul mengimbau semua WNI untuk terus waspada meski tidak tahu kapan dan di mana insiden semacam ini akan terjadi.

Hingga saat ini, kepolisian AS melaporkan ada satu orang tewas dan 22 lainnya terluka akibat aksi penembakan antar-geng tersebut.

Jaksa setempat, Angelo Onofri, mengatakan bahwa insiden ini bermula sekitar pukul 2.45 dini hari, ketika dua orang melepaskan tembakan di ajang Art All Night di Trenton, sekitar 100 km dari New York City.

Menurut Onofri, salah satu pelaku tewas di tangan petugas. Sementara itu, satu pelaku lainnya sudah berada dalam tahanan kepolisian.

Sementara polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, para korban dilarikan ke rumah sakit. Dari 22 orang yang terluka, 17 di antaranya mengalami luka tembak.

Jumlah korban terluka dianggap sangat signifikan karena saat penembakan terjadi, lebih dari 1.000 orang sedang berkumpul di acara kesenian tahunan tersebut.

“Kejadian ini mungkin dapat lebih buruk, melihat tempat dan jumlah tembakan yang dilepaskan,” ucap Onofri.

Melanjutkan penjelasannya, Onofri berkata, “Penembakan ini diduga terkait sejumlah geng lokal Trenton yang terlibat perdebatan di lokasi.”

Akibat penembakan ini, pihak penyelenggara Art All Night terpaksa menghentikan rangkaian acara kesenian tahunan tersebut.

“Kami masih memproses kejadian ini dan kami tak punya jawaban sekarang, tapi mohon diketahui bahwa staf, sukarelawan, seniman, dan musisi kami dalam keadaan sehat,” tulis penyelenggara melalui Facebook.

Baca Juga:   Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya

Penembakan ini terjadi di tengah perdebatan mengenai pengetatan aturan kepemilikan senjata di AS, terutama setelah tragedi penembakan di sekolah di Florida yang merenggut 17 nyawa pada Februari lalu.

“Kota kita, termasuk pinggiran Amerika, mengalami peningkatan penembakan publik seperti ini. Ini bukan hanya aksi kejahatan sembarangan,” ucap Wali Kota Trenton, Eric Jackson.

Gubernur New Jersey, Phil Murphy, sendiri mengaku sudah menandatangani enam aturan pengendalian senjata api. Namun, urusan penyebarluasan senjata api harus diselesaikan secara nasional.

“Kongres harus bertindak,” tutur Murphy saat berbicara di salah satu gereja di Trenton pada Minggu.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)