‘Tak Ada yang Menyangka Bahwa Manchester United Bisa Disalip Man City’

REKANBOLA – Sejarah telah membuktikan bahwa Manchester United patut untuk dipandang sebagai salah satu raksasa di Inggris. Sampai sekarang, mereka masih memegang predikat sebagai peraih gelar juara Premier League terbanyak.

Sejarah telah membuktikan bahwa Manchester United patut untuk dipandang sebagai salah satu raksasa di Inggris. Sampai sekarang, mereka masih memegang predikat sebagai peraih gelar juara Premier League terbanyak.

Prestasinya terbilang sangat mengkilap. Bahkan publik pernah sepakat bahwa kota Manchester warnanya merah. Tidak seperti sekarang, yang tampaknya lebih terlihat condong ke warna rival sekotanya, Manchester City.

Ya, setelah klub berjuluk The Citizens tersebut diambil alih oleh Sheikh Mansour, mereka menjadi salah satu tim yang patut untuk diwaspadai. Bahkan Manchester City berhasil menjadi juara Premier League dalam dua musim terakhir.

Di sisi lain, Manchester United justru sedang melempem. Semenjak era kepelatihan Sir Alex Ferguson berakhir, the Red Devils tidak seperti yang dulu lagi. Belum ada sosok yang bisa membuatnya bangkit. Mulai dari David Moyes, Louis Van Gaal, hingga Jose Mourinho.

Tak Pernah Terbayangkan Sebelumnya

Juan Sebastian Veron adalah salah satu sosok yang paham soal situasi Manchester United di masa Ferguson. Pria berdarah Argentina tersebut pernah mengenakan seragam the Red Devils selama dua tahun, mulai 2001 hingga 2003.

Ia memandang tinggi Manchester United di era itu. Bahkan situasi sekarang, di mana Manchester City lebih berjaya dari bekas klubnya tersebut, tak pernah mampir di dalam benaknya.

“Tidak pernah,” jawab Veron saat ditanya mengenai situasi sekarang, dikutip dari Goal International. “Perubahan itu dimulai saat kedatangan para pengusaha… dengan kedatangan [pemilik Chelsea] Roman Abramovich,” sambungnya.

“Saat saya pindah ke Chelsea, itu adalah tahun pertama dia berada di sana. Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa City bisa menjadi seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Baca Juga:   MU Solid Jelang Hadapi Spurs, Mourinho Kian Bahagia

Butuh Waktu Beradaptasi

Tiga pelatih pernah mencoba untuk membawa Manchester United kembali berjaya seperti semula. Namun mulai dari David Moyes, Louis Van Gaal, hingga Jose Mourinho telah gagal mewujudkan harapan itu.

Veron memandang fenomena itu sebagai hal yang wajar. Menurutnya, masa transisi tersebut tak bisa dipangkas menjadi singkat. Apalagi jika mengingat bahwa Ferguson membangun Manchester United selama 25 tahun lamanya.

“Saat anda memiliki satu orang yang memimpin selama 25 tahun, adaptasinya akan membutuhkan waktu. Selain itu, klub juga akan menjadi lebih privat,” tambahnya.

Sulitnya Membangun Ulang MU

Manchester United telah ditinggal oleh banyak sosok penting yang pernah membawanya berjaya. Sosok seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Gary Neville tak lagi memiliki koneksi untuk memberi kontribusi secara langsung.

Pelatih saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, sedang mencoba untuk membawa kembali era kejayaan Manchester United. Namun Veron ragu kejayaan tersebut bisa muncul dalam waktu singkat.

“Sebelumnya anda memiliki sebuah kelompok yang paham perannya masing-masing, di luar lapangan, itu adalah generasi pemain yang luar biasa, kelompok yang terbentuk dengan baik. Itu sangat, sangat sulit untuk dibangun,” sambungnya.

“Klub gagal membuat transisi yang halus. Manchester United menderita dan sedang mencoba untuk membangun,” tandasnya.